Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Diduga Terjangkit Mers-CoV, Seorang Jemaah Haji Akhirnya Meninggal

- Senin, 03 Oktober 2016 11:00 WIB
236 view
Diduga Terjangkit Mers-CoV, Seorang Jemaah Haji Akhirnya Meninggal
Medan (SIB)- Pasien jemaah haji berinisial Mu (69) yang dirawat selama tiga hari di Ruang Infeksius RSUP H Adam Malik, karena diduga terjangkit Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-CoV), akhirnya meninggal dunia, Jumat (30/9).

"Benar, pasien Mu meninggal dunia hari Jumat 30 September 2016 pukul 17.30 WIB. Biaya pasien selama perawatan di rumah sakit ditanggung Jamkesmas," kata Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Sairi M Saragih MKes kepada wartawan via selular di Medan, Minggu (2/10).

Sairi menjelaskan, penyebab pasien meninggal disebabkan penyakit yang dideritanya yaitu pneumonia atau peradangan paru, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) beserta Diabetes Melitus (DM), bukan terkena suspek Mers-CoV. "Kalau sudah dibawa ke rumah sakit harus percaya, karena kita yang melakukan observasi," tegasnya.

Padahal sebelumnya, Sairi menjelaskan, pasien yang selama ini hanya mendapatkan perawatan di ruangan infeksius, sudah direncanakan harus dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU).

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Drs Agustama Apt MKes mengaku sudah mengetahui pasien meninggal, kemarin di RSUP H Adam Malik. "Pasien meninggal dunia karena penyakit DM type 2, PPOK dan Pneumonia," katanya.

Sebelumnya, informasi yang diterima, pada Selasa (20/9), warga Kabupaten Langkat itu, sempat berobat ke klinik haji di Arab Saudi mengalami demam dan batuk. Keesokan harinya, pasien sudah lemas dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Lalu, Senin (26/9), pasien mulai mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke RSU Djoelham Binjai dan Selasa (27/9) dirujuk ke RSUP H Adam Malik, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran, sesak, dan demam hingga 40 derajat celcius.

Menurut laporan yang diterima Dinkes Sumut, korban telah dilakukan sejumlah pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, dan berkas pasien sudah dikonsul ke Prof Dr Luhut Soeroso SpP (K).

"Spesimennya sudah dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Kemungkinan, hasilnya akan diterima lima hari kerja setelah spesimennya diterima (petugas Kemenkes)," ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Drs Agustama Apt MKes. (A18/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru