Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 15 Juni 2026

Harga Ubi Kayu di Sumut Anjlok

- Senin, 06 Februari 2017 15:09 WIB
804 view
Medan (SIB)- Sejak awal Januari 2016 hingga Kamis (2/2), harga ubi kayu di tingkat petani anjlok  membuat  petani tidak bergairah. "Para petani kalau komoditi yang ditanam menjanjikan mereka akan bertanam," ujar Kasubbag Program Dinas Pertanian Sumut Marino didampingi Stafnya Murgono kepada SIB, Jumat sore (3/2).

Ia menyebutkan, harga ubi kayu sebelumnya berada di Rp 1.200-Rp 1.500 per Kg, namun sejak Januari 2016 harganya di level Rp800 per Kg. Kemudian Agustus hingga Kamis (3/2) semakin anjlok menjadi Rp 450 per Kg.

Anjloknya harga tersebut berpengaruh pada luas panen ubi kayu seperti tahun 2016 luas panen ubi kayu 34.853 hektar, menurun dibanding luas panen tahun 2015 seluas 47.837 hektar atau turun 27,14 %. Jika tahun 2015 produksi ubi kayu 1.619.495 ton, namun tahun 2016 produksinya 1.228.138 ton dengan produktivitas 352,37 kwintal per hektar.

Di Sumatera Utara tahun 2016 panen ubi kayu seluas 34.853 hektar dengan rincian di Kabupaten Serdang Bedagai 11.732 hektar, Simalungun 10.289 hektar, Deli Serdang 4.248 hektar, Nias Selatan 1.311 ton, Tobasa 770, Asahan 810 hektar, Tapanuli Utara 713 hektar dan Langkat 501 hektar. "Jadi kabupaten ini merupakan sentra ubi kayu di Sumut," ujar Marino.

Harga ubi anjlok, juga karena pabrik tapioka di Sergai yang selama ini menampung hasil produksi dari hampir seluruh kabupaten tersebut, mengurangi produksinya. Akibatnya petani kewalahan menjual stoknya. "Bisa jadi ubi pada busuk," ujarnya sambil menyebutkan umur panen ubi  antara 8 sampai 11 bulan.

 Memang, tambah Marino, pertanaman ubi kayu ini tidak perlu di daerah subur. Artinya di daerah kurang subur hasil panennya baik.

Menurutnya, akibat harga ubi anjlok ditambah berbagai faktor lainnya, para petani mengalihkan tanamannya ke komoditi jagung yang dianggap menguntungkan. Harga jagung saat ini Rp 3.500 Kg.

Untuk tahun 2017, sasaran tanaman ubi kayu di Sumut seluas 38.850, atau   meningkat 3% dibanding tahun 2016. (A2/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru