Medan (SIB)- Pomparan si Raja Panggabean adalah pribadi-pribadi yang luar biasa, terkenal di tingkat lokal, nasional, regional sampai internasional. Seperti almarhum Jenderal TNI Maraden Panggabean sebagai tokoh nasional yang semasa hidupnya berjuang untuk bangsa dan negara Indonesia. Demikian juga almarhum DR GM Panggabean pendiri Surat Kabar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), koran yang sangat dekat di hati masyarakat.
"Tantangan dan tekanan serta realitas yang mereka hadapi begitu besar, seperti yang dihadapi Ir GM Chandra Panggabean, bersama rekan-rekannya mereka sampai dipenjara. Itulah tantangan yang harus dihadapi demi sebuah perjuangan, tapi mereka mengandalkan pertolongan dari Tuhan sehingga kekuatan eksternal (luar) tidak mampu mempengaruhi mereka," ucap Pdt Dr Deonal Sinaga, Praeses HKBP Distrik II Silindung pada perayaan dan doa syukuran awal tahun Pomparan si Raja Panggabean, Boru, Bere se-Kota Medan, Minggu (5/2) di Wisma Taman Sari Jalan Kapten Muslim Medan.
Semangat para tokoh Panggabean yang gigih dan pantang menyerah itu, kata Pdt Deonal harus ditiru oleh para generasi muda. Para pemuda Panggabean jangan cengeng, belum apa-apa sudah menyerah, pemuda harus menjadi pribadi yang pantang menyerah. "Tunjukkan jati dirimu sebagai pemuda orang Batak yang tangguh dan teruji," terangnya.
Mantan Pendeta Resort HKBP Cinta Damai Helvetia Medan ini juga mengisahkan tokoh dunia yang berkepribadian pantang menyerah. Seperti Rasul Paulus yang dipenjara tapi mampu mengatakan "Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan". Begitu juga Nelson Mandela yang dipenjara selama 27 tahun tapi bisa memimpin gerakan perjuangan Afrika Selatan sampai dia jadi presiden. Barack Obama ketika menjadi Presiden Amerika, pribadinya tidak berubah sebagai pribadi yang luar biasa.
"Meski kondisi tidak menyenangkan, tapi Obama tampil sebagai pribadinya yang sebenarnya. Warga Panggabean, Boru dohot Bere juga harus kuat menghadapi tantangan, pribadi kita jangan mau didominasi oleh situasi yang ada di luar, tapi harus didominasi terang Tuhan. Panggabean harus tampil kuat dan percaya diri: elastis dan tahan uji," tuturnya. Pdt Dr Deonal Sinaga adalah bere dari Pomparan Si Raja Panggabean, karena lahir dari seorang ibu boru Panggabean. Pada Sinode Godang HKBP September tahun lalu dia terpilih menjadi praeses dengan skor tertinggi dari 30 praeses terpilih.
Dia menceritakan kebaikan tulang dan oppungnya marga Panggabean di Desa Tapian Nauli, Taput. Marga Sinaga adalah pendatang (boru marga Panggabean). Tapi Panggabean sangat mengasihi mereka sehingga ada komitmen marga Panggabean tidak boleh melamar boru Sinaga, tapi marga Sinaga boleh melamar boru Panggabean.
Ketua panitia Prof Dr Himpun Panggabean MHum mengatakan, Panggabean harus bangkit, maka tema yang diambil adalah: Bangkitlah menjadi terang (Yesaya 60:1a). Karena Panggabean memiliki semua potensi yang ada, tinggal diberdayakan agar bisa menjadi generasi yang tangguh di masa akan datang dan membesarkan kumpulan marga ini. Pesta Bona Taon ini untuk meningkatkan persatuan dan membangkitkan semangat di tengah-tengah keturunan Panggabean. Khususnya para generasi muda persatuan marga sangat dibutuhkan, tidak boleh anggap enteng terhadap perkumpulan parmargaon (marga).
"Apalagi hubungan satu darah, nilai budaya harus dipelihara di tengah-tengah banyaknya tantangan globalisasi. Jangan karena globalissi kita lupa jati diri kita sehingga meninggalkan adat istiadat sampai tercabut dari akarnya. Meski era globalisasi mengemuka, para generasi muda mencintai budaya, perkumpulan marga harus dipertahankan agar Batak tidak punah. Kumpulan marga dan budaya adalah bagian dari pembangunan bangsa, jika keduanya tidak dipelihara maka akan punah. Jika bahasa Batak punah maka marga dan budaya Batak akan hilang. 700 bahasa daerah di Indonesia di ambang kepunahan, termasuk Bahasa Batak, 10 bahasa daerah sudah punah karena tidak ada lagi penuturnya. Pemuda harus bangkit untuk mempertahankan budaya dan bahasa Batak," paparnya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi dan Sinergi Pomparan Si Raja Panggabean Indonesia (FK-SPORAPI) Sahala Panggabean MBA mengatakan, sebagai jawaban peningkatan perekonomian pomparan si Raja Panggabean mengajak anggota pomparan masuk menjadi anggota koperasi. Sudah ada koperasi didirikan di Jakarta bernama Koperasi Tri Gabe Jaya, pimpinannya Parulian Panggabean yang didirikan 17 Agustus 2015.
Simpanan wajib anggota Rp 100.000 sebulan (Rp 1.200.000 setahun), simpanan pokok Rp 500.000 (sekali untuk selamanya). Dia mencontohkan kalau anggota Pomparan Panggabean se Indonesia 10.000 kepala keluarga dengan rata-rata satu kepala keluarga 3 orang maka sudah 30.000 orang anggota marga ini. Jika simpanan wajib Rp 100.000 x 30.000 sudah Rp 300 juta dari simpanan wajib, belum lagi simpanan pokok, penyertaan modal mapun simpanan sukarela akan menambah besarnya modal koperasi tersebut.
Setiap rapat akhir tahun pemegang saham, katanya surplus sisa hasil usaha (SHU) dibagikan kepada anggota secara proporsional. SHU tersebut ada untuk menambah modal, jasa pengurus dan anggota. Keuntungan lain kata Sahala Panggabean bisa untuk pinjaman modal bagi anggota maksimal Rp 20 juta untuk usaha UMKM. "Koperasi ini menjadi tulang punggung ekonomi bangsa diantaranya ekonomi pomparan si Raja Panggabean. Tiap sektor harus menggalakkan UMKM, karena bisa menopang ekonomi kerakyatan dan menambah lapangan pekerjaan, inilah yang harus kita kembangkan di internal pomparan si Raja Panggabean se Indonesia," tuturnya.
Turut hadir Ny DR GM Panggabean R Br Hutagalung, Ny Prof Apul Panggabean br Hutagalung, Ny Sitompul br Panggabean (ibunda Ruhut Sitompul), Martohap Panggabean, Ir GM Chandra Panggabean, Rooslynda Marpaung (Anggota DPR RI F-P Demokrat), Drs Tahan M Panggabean, Ketua Perkumpulan Pomparan Si Raja Panggabean Murtama Panggabean, Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir, Anggota DPRD Medan Anton Panggabean SE MSi, Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi didampingi Kadis Tenaga Kerja Dra Hanna Lore Simanjuntak dan lainnya. (A10/q)