Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 17 Mei 2026

Minyakita Langka di Pasaran, Distribusi Terbatas Diduga Jadi Penyebab

Robert Banjarnahor - Rabu, 22 April 2026 20:36 WIB
527 view
Minyakita Langka di Pasaran, Distribusi Terbatas Diduga Jadi Penyebab
Foto: harianSIB.com/Robert Nainggolan.
Suasana di UD Fadillah, toko baru terdaftar sebagai penyalur resmi Minyakita di Sibuhuan. Pemilik toko menyebut pasokan awal sebanyak 100 kotak dari Bulog habis dalam empat hari, sementara kebutuhan masyarakat masih tinggi. Rabu (22/4/2026)

Sibuhuan(harianSIB.com)

Di tengah kelangkaan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita di pasaran, fakta di lapangan menunjukkan stok komoditas tersebut sebenarnya masih tersedia.

Namun, distribusi yang dinilai belum merata membuat masyarakat di Kabupaten Padang Lawas kesulitan mendapatkannya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Padang Lawas, Maghdalena, mengungkapkan bahwa penyaluran Minyakita saat ini hanya dilakukan melalui toko-toko yang telah terdaftar dalam sistem SP2KP dan memenuhi persyaratan administrasi.

Di wilayah Pasar Sibuhuan, tercatat hanya tiga toko yang menjadi penyalur resmi, yakni UD Nazib, UD Syahril, dan UD Nabillah.

Baca Juga:
"Setiap perusahaan menyalurkan sekitar 100 kotak per dua minggu ke masing-masing toko yang terdaftar," ujar Maghdalena saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, UD Nabillah merupakan penyalur baru yang baru menerima pasokan awal sebanyak 100 kotak berisi kemasan 2 liter dari Bulog GTD Hutalombang.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Minyakita Langka di Pasaran, Kenaikan Harga CPO dan Plastik Jadi Tantangan Produksi
Zeira Salim Ritonga: Kelangkaan dan Lonjakan Harga "Minyakita" Bukti Gagalnya Pengawasan Distribusi
Ini Penyebab Kelangkaan Minyakita di Sumut
Bulog Sumut Pastikan Stok Beras Aman hingga Lebaran
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Stok Sembako di Medan Aman, Harga Cabai Mulai Naik
Penerima Bantuan Pangan di Sumut Naik Jadi 1,7 Juta KPM, Kebutuhan Beras dan Minyak Goreng Melonjak
komentar
beritaTerbaru