Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Jepang Beri Bantuan Hibah Bangunan Sekolah di Aceh Timur

- Jumat, 10 Maret 2017 12:31 WIB
593 view
Jepang Beri Bantuan Hibah Bangunan Sekolah di Aceh Timur
SIB/Nelly Hutabarat
TANDATANGAN : Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa dan Ketua Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah Ngatiran menandatangani bantuan hibah gedung sekolah di Aceh senilai Rp 844,4 juta lebih di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Medan Jalan Diponegoro Med
Medan (SIB) -Pemerintah Jepang melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Projects memberi bantuan dana hibah senilai Rp 844,447 juta untuk pembangunan gedung sekolah di Aceh Timur. Bantuan tersebut diberikan kepada Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah di Gampong Alue Sentang, Kecamatan Xirem Bayeun sebagai pengelola sekolah tersebut.

Kontrak kerjasama dengan total bantuan hibah senilai Rp844 juta lebih itu ditandatangani Ketua Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah Ngatiran dan Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Morikawa di Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Medan Jalan Diponegoro Medan,Kamis(9/3).

Hirofumi Morikawa dalam sambutannya yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh Konsul Muda Jepang Daiki Yokoyama memaparkan, bantuan hibah Grassroots tersebut untuk keamanan manusia dan merupakan salah satu skema bantuan hibah dari Pemerintah Jepang untuk kepentingan masyarakat Indonesia di tingkat akar rumput secara langsung dan cepat.

"Jadi bantuan hibah sebagai wujud kepedulian serta persahabatan rakyat Jepang terhadap rakyat Indonesia," ujarnya. Disebutnya,proyek yang terpilih kali ini sudah melewati tahap seleksi dari sejumlah proposal yang diajukan kepada Konjen Jepang di Medan. Proyek pembangunan oleh Yayasan Al-Ikhlas itu berupa fasilitas gedung sekolah terdiri dari 6 kelas untuk kapasitas 192 murid. Proyek tersebut untuk mengatasi kendala daya tampung sekolah yang kurang memadai dan kondisi bangunan sudah lapuk(tua).

Melalui dukungan ini, Hirofumi berharap lebih banyak anak di Aceh Timur memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih berkualitas dan baik bagi pengembangan dirinya.

Generasi muda
Di kesempatan itu Morikawa mengungkapkan,  pendidikan perlu diberikan pada anak-anak  guna mewujudkan perkembangan masyarakat lebih bagus. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, mereka juga turut menjaga negara. Apalagi, tambahnya, di Indonesia jumlah generasi mudanya sangat banyak.Sementara di Jepang  1/4 masyarakatnya berusia 65 tahun.

"Dengan banyak generasi muda di Indonesia sangat baik untuk mewujudkan perkembangan ekonomi. Namun seandainya jika tidak ada pendidikan maka  generasi muda Indonesia tidak bisa berkembang.

Ia mencontohkan Singapura dan Tiongkok selalu bekerja keras untuk memajukan pendidikan bagi masyarakatnya. Karena itu menyiapkan pendidikan anak-anak kita sangat penting,ujarnya.

Menurut Morikawa, Pemerintah Jepang memberi bantuan tidak saja sekolah, juga pengadaan truk sampah.

Ketua Yayasan Al-Ikhlas Mukaromah Ngatiran  mengapresiasi Pemerintah Jepang atas bantuan hibah kemanusiaan berupa gedung sekolah baru untuk SMP yang dikelola yakni MTs swasta Al-Ikhlas yang didirikan tahun 2.000.

Disebutnya, saat itu SMP terdekat yang ada di Kota Langsa jaraknya cukup jauh dari Gampong Alue Sentang sekitar 20 Km.Saat itu berlangsung konflik berkepanjangan dan kondisi keamanan menuju ke SMP tersebut cukup beresiko sehingga banyak murId yang telah menamatkan pendidikan SD tidak bisa melanjutkan ke SMP.

Hanya sekitar 15% murid tamatan SD melanjutkan ke SMP tersebut sedangkan 85% lainnya putus sekolah,karena tidak mempunyai biaya untuk kost di Kota Langsa dan biaya transportasi.

Sebagai solusi untuk mengatasi itu,pihak yayasan bersama masyarakat Gampong Alue Sentang secara bersama-sama mengambil inisiatif membangun gedung sekolah setingkat SMP.

Seiring berjalan waktu kondisi bangunan sudah sangat lapuk dan kurang layak serta daya tampung kelas sudah melebihi kapasitas.

Syukurlah kami salah satu penerima bantuan dana hibah dari Pemerintah Jepang."Kami berusaha untuk dapat mengawasi jalannya proyek dengan sebaik-baiknya, secara jujur,transparan dan akuntabel,ujar Ngatiran.(A2/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru