Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 12 Juni 2026

2017, Kementan Tetapkan Produksi Padi Sumut 5 Juta Ton

* 2018 Sumut Targetkan Swasembada Pajele
- Jumat, 07 Juli 2017 12:35 WIB
248 view
Medan (SIB) -Tahun 2017, Kementerian Pertanian RI menetapkan produksi padi/gabah Propinsi Sumatera Utara sebesar 5 juta ton atau meningkat dibanding angka tetap 2016 sebesar 4,6 juta ton.

"Angka tetap produksi gabah Sumut 2016 ditetapkan Juni 2017," ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut HM Azhar Harahap kepada wartawan SIB, Kamis sore (6/7).

Ia mengatakan, angka tetap produksi gabah Propinsi Sumut 2016 sebesar 4,6 juta ton itu naik 14 % dibanding tahun lalu.

Dengan begitu, kata Azhar, Sumut ditetapkan masuk urutan 6 besar nasional produksi padi. Urutan 1 Propinsi Jawa Timur, kedua Jawa Barat, ketiga Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan menyusul Sumut.

Untuk mencapai target produksi gabah 2017, menurut Azhar memang berat. Namun pihaknya berupaya  memberhasilkan program Kementerian Pertanian tersebut yang turut mendanai. Selain itu Pemprovsu juga mempunyai dana  mendukung program tersebut.

Disebutnya, 32 kabupaten/kota di Sumut memproduksi gabah, namun centra gabah terluas di propinsi ini yakni Kabupaten Simalungun, disusul Serdang Bedagai, Deli Serdang, Langkat, Tapanuli Selatan, Madina, Asahan dan Labuhan Batu.

Swasembada
Di satu sisi, sebut Azhar, program Kementan tahun ini menggalakkan program upaya khusus Pajale (padi, jagung dan kedele),sehingga sampai tahun 2018 Sumut bisa swasembada 3 komoditi ini.

Anjlok
Menyinggung harga gabah anjlok di Sumut membuat petani  menahan diri  tidak menjualnya, menurut Kadis Azhar, sebenarnya harga jual gabah di Sumut termasuk tinggi yakni Rp 4.000 sampai Rp5.000 per kg. Sedangkan HET(Harga Eceran Tertinggi) ditetapkan pemerintah Rp3.700 per kg. Masih di bawah harga jual petani Sumut.

"Karena harga jual gabah di Sumut tinggi, Bulog Divre Sumut tidak bersedia membeli gabah untuk stoknya," imbuhnya. (A2/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru