Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026
Resmikan SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang

Kemendikbud Mulai Susun Rapor Karakter Siswa di Luar yang Baku

- Senin, 31 Juli 2017 13:51 WIB
554 view
Kemendikbud Mulai Susun Rapor Karakter Siswa di Luar yang Baku
SIB/Dok
SATU PADU BOARDING SCHOOL: Mendikbud Prof Dr Muhadjir Effendy MAP didampingi Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap, Ketua Panitia Parlindungan Purba SH MM yang anggota DPD RI, Ketua Yayasan Medistra dan Deli Husada Drs Johannes Sembiring MPd, sejumlah
Deliserdang (SIB) -Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Prof Dr Muhadjir Effendy MAP meminta semua pihak, khususnya guru dan orangtua menyusun rapor berisi khusus tentang karakter siswa di luar jam sekolah. "Jadi, kebijakan di Kemendikbud yang sedang disusun, ada rapor di luar yang baku selama ini. Rapor itu mencatat semua kegiatan siswa tapi terintegrasi," ujarnya usai meresmikan SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang, Minggu, (30/7).

Menurutnya, rapor karakter itu menjadi tanggung jawab guru dalam menyusunnya tapi bersinerji dengan orangtua siswa. Guru, menurutnya, diwajibkan bekerja minimal 40 jam seminggu bahkan lebih banyak untuk maksud mengarahkan dan membimbing siswa hingga memiliki karakter. Ia mencontohkan, misalnya siswa punya nilai matematika 5 di rapor formal tapi di rapor karakternya baik, maka dapat dipertimbangkan naik ke level yang lebih tinggi, tidak harus tinggal kelas.

Mendikbud mengulang sosialisasi tentang penambahan jam belajar siswa. Menurutnya, full day school bukan mengartikan mematikan sekolah berbasis agama tapi menyelaraskan. Misalnya, ujarnya, bila di kegiatan rohani sudah diajarkan agama, tidak perlu lagi sekolah formal mengajarkan agama. "Saya minta, lembaga keagamaan formal memboboti pendidikan agama hingga sekolah formal tidak tumpang-tindih mengajarkan hal serupa," tegasnya.

Ia menyayangkan sejumlah pihak yang mencerna sepotong-sepotong kebijakan yang bakal diterapkan tentang pendidikan dengan menyingkat menjadi lima hari. "Yang saya gariskan, guru yang harus bekerja 40 jam seminggu dengan waktu 5 hari. Dua hari lainnya, dimaksudkan agar guru mendidik anaknya dalam lingkungan keluarga," tambahnya.

Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap di sambutannya mendukung sepenuhnya kebijakan Mendikbud dalam penerapan sistem pendidikan.
Menurutnya, tidak ada kebijakan menteri yang berujung kontraproduktif. "Sama seperti pendidikan di seluruh instansi Katolik yang mengutamakan karakter. Di jajaran kami, semua sekolah Katolik bebas narkoba bahkan rokok. Sekolah Katolik adalah lembaga pendidikan berasas Pancasila dan seratus persen Indonesia," ujarnya.

Ketua Panitia Peresmikan SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang Parlindungan Purba SH MM melaporkan, sekolah yang akan beroperasi tersebut adalah pengembangan dan pendalaman pendidikan berkarakter. "Uskup Agung Medan merestui SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang ini memiliki fasilitas seperti rumah sendiri tapi dengan dukungan kecanggihan seperti komputer dengan internet cepat, tapi semuanya sehat. Tidak ada pornografi internet apalagi sampai hal terkait radikalisme dari dunia maya. Semua dikontrol," ujarnya.

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan berterima kasih karena ada pihak Katolik yang memikirkan pembangunan sekolah berkarakter.

Ketua Yayasan Pendidikan Betlehem yang mengasuh SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang Jonas Hudaya mengatakan, kebahagiaan yang tak terhingga darinya adalah institusinya dapat memberi kepastian pendidikan ilmiah dan karakter yang bagus pada siswa. "Orangtua pasti tidak lagi gundah bila anaknya menimba ilmu SMP dan SMA Satu Padu Boarding School di Tigajuhar, Deliserdang karena steril dari hal negatif," ujarnya didampingi tokoh pendidikan alumni Jerman Binaman Kasan.

Peresmian diantar MC Erna Ginting dan aktor P Mendrofa itu ditandai dengan penandatanganan prasasti diikuti pengguntingan pita dan peninjauan lokasi, baik bangunan yang sudah berisi fasilitas maupun yang sedang berjalan. Hadir di acara itu ratusan biarawan dari ragam kongregasi  seperti Pastor Propinsial P Giovani Voltan OFMConv dan Pastor Kustos P Maxi dari Italia, Asisten Jenderal untuk Asia Pastor Benedict Baeck, Direktur SMP Kemdikbud Dr Suparno MPd, Kepala SPN Kombes Pol Edi Yudianto yang mewakili Kapoldasu, Kadisdiksu Arsyad Lubis yang mewakil Gubsu. (Rel/R10/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru