Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Penjualan Bendera Merah Putih Ramai Tapi Pembeli Sepi

- Minggu, 13 Agustus 2017 13:15 WIB
323 view
Penjualan Bendera Merah Putih Ramai Tapi Pembeli Sepi
SIB/Dok
SEPI PEMBELI: Aktivitas penjualan bendera merah putih, umbul-umbul dan atribut lainnya terlihat sepi pembeli di salah satu kawasan di Kota Medan, Sabtu (12/8).
Medan (SIB) -Seperti sebuah tradisi, setiap menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, penjual bendera merah putih selalu menjamur. Di Kota Medan, penjual bendera sudah ramai sejak sepekan lalu.

Pemandangan ini terlihat di beberapa lokasi seperti Jalan Gatot Subroto, Jalan SM Raja, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Sudirman dan sejumlah kawasan lainnya. Pedagang musiman menjajakan beragam atribut bendera serta umbul-umbul untuk merayakan hari kemerdekaan ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, hingga kini pembelian bendera dan atributnya masih sepi. Karenanya, omzet dari bisnis musiman ini kini merosot dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Martini Tanjung, pedagang bendera handmate di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu (12/8) mengatakan, usaha itu sudah dilakoni keluarganya sejak 27 tahun silam.

Dengan membuat bendera sendiri kemudian memasarkannya langsung. Martini mengaku menyiapkan sekira 500 helai bendera dengan berbagai ukuran. "Tahun ini kita siapkan sebanyak 500 helai. Ini kita produksi di rumah Jalan Gurilla Gang Langgar," kata Martini yang mengaku lebih nyaman memproduksi bendera sendiri dibandingkan memasok dari Jawa.

Sejak mulai memasarkan bendera ini per 1 Agustus lalu, permintaan bendera katanya masih terbilang sepi. "Tapi begitu pun, biasanya permintaan ini biasanya mulai ramai tiga hari menjelang hari kemerdekaan," timpal Zul Tanjung, adik Martini Tanjung.

Biasanya, dia sudah memersiapkan 6 bulan sebelumya untuk memasok kebutuhan bendera ini. "Untuk yang kali ini kita sudah mulai buat sejak Januari lalu," katanya.

Zul sudah menyediakan bendera, umbul-umbul dan tiang bendera namun animo pembeli masih terbilang sepi dan sebatas bertanya dan melihat-lihat saja.

Pedagang musiman lainnya, Herman, mengaku memasok bendera yang dijualnya dari Bandung. "Tahun ini, tidak seperti tahun sebelumnya. Ini sepi, omzet kita turun hingga 60%," ujarnya saat ditemui secara terpisah.

Diungkapkan, Herman yang merupakan warga Bandung ini menuturkan sengaja datang dari Bandung untuk memasarkan beragam asesoris untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. "Kemarin sempat berpikir dan besar harapan tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Karena 17 Agustus itu sudah selesai Lebaran. Tapi ini ternyata masih sepi juga," ujarnya.

Herman sendiri mengaku menyiapkan 2.000 helai berbagai macam kebutuhan untuk menyambut HUT ke-72 RI seperti bendera dan background perkantoran dan umbul-umbul. "Untuk umbul-umbul dipasang di lorong rumah warga. Agar peringatan HUT RI ini meriah," paparnya.

Hal senada diungkapkan Hendra pedagang bendera lainnya. "Ini masih sepi. Kita bawa stok sebanyak 60 kodi, baru sekira 30% yang laku. Harusnya pembeli sudah ramai, karena ini kan sudah dekat dengan hari perayaan," kata Hendra yang mulai berjualan sejak 1 Agustus lalu itu. (A17/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok