Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 22 September 2026
Hadiri Peringatan HLN ke-72

Gubsu: Pemadaman Listrik Akibat Kerusakan Teknis di Gardu Induk

- Minggu, 29 Oktober 2017 13:30 WIB
479 view
Gubsu: Pemadaman Listrik Akibat Kerusakan Teknis di Gardu Induk
Medan (SIB)- Beroperasinya sistem pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla 1,2, dan 3 yang berada di Tapanuli Utara (Taput) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu unit 3 dan 4, dipastikan Sumatera Utara tidak akan defisit listrik.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi usai upacara Hari Listrik Nasional (HLN) ke-72 di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (27/10).

"Kita lihat, bertahun-tahun Sumut mengalami defisit listrik. Artinya kebutuhan listrik di Sumut dengan suplai yang ada masih sangat kurang. Namun, setelah masuknya MVPP asal Turki yang berkapasitas sampai 480 MW, kebutuhan listrik di Sumut cukup, bahkan surplus. Belum lagi sistem listrik tenaga panas bumi Sarulla 1, 2, dan 3 yang kemampuannya bisa mencapai 3x110 MW dan PLTU Pangkalan Susu unit 3 dan 4 beroperasi. Bisa dipastikan listrik di Sumut aman," ungkap Erry.

Erry menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak terlepas dari infrastruktur yang sangat penting yaitu listrik. "Karena itu, kita terus melakukan percepatan terhadap pembangkit listrik yang ada di Sumut. Kita tahu saat ini Presiden Jokowi yang menargetkan listrik sebesar 35.000 MW di Indonesia dan itu harus kita dukung bersama," jelasnya.

Terkait masih adanya pemadaman, Gubsu menyebut itu karena adanya kerusakan teknis di gardu induk. "Itu akan segera kita tuntaskan," pungkas Erry.
Gubsu juga mengatakan bahwa transmisi atau tol listrik dari Sumatera Selatan (Sumsel) ke Sumut akan selesai pada Desember 2017. "Tol listrik ini progresnya sudah cukup baik dan akhir Desember ini tol listrik dari Sumatera bagian Selatan ke Sumatera bagian Utara itu akan tuntas," kata Gubsu.

Erry menjelaskan, dengan adanya tol listrik itu nantinya pasokan listrik bisa mencukupi kebutuhan listrik Sumut. "Jadi, apabila ada surplus listrik baik dari Selatan ataupun dari Utara bisa saling mengisi dengan adanya tol listrik wilayah Sumatera ini," jelasnya.

Gubsu juga mengungkapkan bahwa tol listrik tersebut nantinya juga akan mencukupi kawasan industri-industri ekonomi , seperti kawasan ekonomi Sei Mangke di Asahan,  Kuala Tanjung, dan industri pariwisata di Danau Toba. "Kawasan-kawasan industri ekonomi yang ada di Sumut nantinya akan disuplai PLN jika tol listrik itu selesai akhir tahun ini," ungkapnya.

Gubsu menambahkan, dari laporan yang diterimanya, jumlah energi listrik saat ini bertambah baik dari sisi permintaan industri cukup tinggi. "Kalau dulunya hanya 1.850 MW untuk Sumut dan Aceh sekarang sudah mencapai 2.000 MW," tambahnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumut, Feby Joko Priharto mengatakan bahwa beban puncak listrik Sumut mencapai 2055 MW. Jika rampung, tol listrik akan menyumbang 400 MW.  "Tol listrik tersebut lebih efisien, karena jika harus membawa batubara dari Sumsel ke arah Sumatera Utara, maka akan dibutuhkan biaya tambahan dan resikonya akan lebih tinggi. Tapi, syaratnya itu harus membangun transmisi tegangan ekstra tinggi 275 KV. Sekarang pembangunannya sudah sampai Payakumbuh, nanti ke Sidempuan, ke Sarulla, Galang dan terus sampai ke Aceh," ungkapnya.

Listrik Pedesaan
Usai pelaksanaan Upacara Peringatan HLN ke-72, Gubsu juga berkesempatan meninjau stan-stan PLN dan meresmikan Listrik Pedesaan di Sumatera Utara, tepatnya di Desa Bekilang Kecamatan Juhar Kabupaten Karo melalui video conference, yang ditandai dengan penekanan tombol.

Sebelum melakukan peresmian, Gubsu Erry juga melakukan video conference dengan masyarakat yang ada di Desa Bekilang Kecamatan Juhar Kabupaten Karo. Pada video conferencenya dengan masyarakat desa tersebut, Gubsu berpesan agar masyarakat dapat memelihara listrik yang telah masuk ke desa tersebut.

Gubsu juga berharap agar seluruh desa yang ada di Provinsi Sumatera Utara hingga ke pelosok teraliri listrik karena listrik merupakan salah satu infrastruktur yang menopang pembangunan dan perekonomian dari suatu desa. "Mudah-mudahan desa-desa kita yang jauh di pelosok penjuru tanah air dapat terang-benderang berkat kerja keras kita semuanya dengan slogan kerja bersama terangi negeri kita khususnya Sumatera Utara yang kita cintai," ujar Gubsu.(A11/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru