Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 Juli 2026

Pasien Kanker di RS Murni Teguh Meningkat

- Senin, 26 Maret 2018 11:37 WIB
317 view
Pasien Kanker di RS Murni Teguh Meningkat
Medan (SIB) -Direktur Utama Rumah Sakit Murni Teguh Medan, Togar Siallagan mengatakan, saat ini penanganan penyakit kanker harus diutamakan tiap rumah sakit. Sebab, di Indonesia jumlah kematian pengidap kanker mencapai 1,4 per 1000 penduduk. Jenis kanker yang tertinggi yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim yang biasanya terjadi pada perempuan.

"Dari kanker ini 70 persen kematian terjadi di negara miskin dan berkembang dan diperkirakan 7,5 juta orang di dunia. Dan kanker ini merupakan penyebab kematian utama nomor 2 di dunia," kata Togar kepada wartawan, Minggu (25/3).

Dikatakannya, di RS Murni Teguh penyakit kanker juga difokuskan dan dapat diobati melalui program JKN. Sehingga masyarakat yang ingin berobat ke RS Murni Teguh akan dilayani sebaiknya untuk pengobatan yang lebih optimal.

"Jumlah pasien kita yang mengidap penyakit kanker dari tahun 2014 hingga 2017 meningkat. Di tahun 2017 untuk rawat jalan ada 901 orang, rawat inap ada 316 orang. Sehingga jumlah yang berobat untuk penyakit ini ada 1.217 orang," ujarnya.

Untuk asal daerah yang datang berobat ke RS Murni Teguh paling banyak berasal dari Kota Medan disusul Pematangsiantar, Binjai, dan kabupaten/kota lainnya.
"Di Kota Medan ada 848 orang yang datang berobat, dan 83 orang dari Pematangsiantar, juga dari Binjai ada 36 orang dan diikuti kabupaten lain dari Sumut di tahun 2017," ungkapnya.

Sehingga jika dilihat dari data, pengidap penyakit kanker yang datang ke RS Murni Teguh 70% dari Kota Medan, dan 30% dari luar Kota Medan atau kabupaten/kota di Sumut bahkan Aceh. "Pasien yang terkena penyakit kanker dan melakukan radioterapi dari tahun 2015 hingga 2017 juga meningkat. Di 2015 jumlah pasien ada 1086 orang, 2016 meningkat jadi 2557 dan di 2017 malah menurun 1553 orang," tuturnya.

Dikatakannya, sementara yang telah melakukan operasi untuk tahun 2015 ada 284 orang, di 2016 menurun hanya 103 orang, dan 2017 meningkat lagi menjadi 376 orang. "Pasien yang menggunakan kartu JKN juga cukup banyak dari 2015 hingga 2017 untuk kemoterapi. Dimana 2017 pasien yang menggunakan JKN 1.495 pasien," sebutnya. (A17/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru