Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Usai Dikunjungi Djarot, Bayi Gizi Buruk Langsung Ditangani Medis

- Rabu, 30 Mei 2018 12:47 WIB
827 view
Usai Dikunjungi Djarot, Bayi Gizi Buruk Langsung Ditangani Medis
SIB/doc
Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat didampingi sang istri Happy Farida Djarot menjenguk bayi gizi buruk, Kesya (2) di Rumah Sakit Siloam Medan, Selasa (29/5).
Medan (SIB)- Setelah dikunjungi Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat, di Jalan Pintu Air 4 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, pada Rabu (23/5), bayi penderita gizi buruk, Kesya kini telah ditangani tim medis dan dirawat di Rumah Sakit Siloam Medan, Selasa (29/5).

Setelah dirawat, Djarot didampingi istrinya Happy Farida Djarot, tokoh sosial Sumut dari Rotary Club yang juga peduli dengan kesehatan, Kencana Salim (Biebie), Anggota DPRD Sumut dari PDIP Brilian Moktar dan Ketua Sahabat Djarot Sihar (SDS) Darno Hartono kemudian mengunjungi bayi tersebut di rumah sakit.

Di ruang  2012 lantai 2 Rumah Sakit Siloam, Djarot melihat bahwa kondisi Kesya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kesya, bocah berusia 2 tahun itu sudah bisa lebih aktif dan bisa tersenyum dibandingkan saat ia melihat kondisi Kesya seminggu lalu. 

"Beberapa waktu lalu dia diam saja," kata Djarot. 

Kehadiran Paslon Cagubsu nomor urut 2 itu juga disambut hangat oleh orangtua Kesya, Weni. Ibu yang memiliki dua anak itu berterima kasih karena putrinya langsung ditangani tim medis. 

Sebelumnya Weni mengatakan sejak putri bungsunya lahir sudah menderita gizi buruk. Ia juga sempat membawanya ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan. Namun karena keterbatasan biaya, ia memutuskan untuk membawa Kesya dirawat di rumah.

Sementara kepada wartawan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, untuk anak-anak penderita gizi buruk dan stunting di Medan masih cukup banyak. Bukan hanya Kesya saja. Apalagi di Kabupaten Langkat, jumlahnya juga masih tinggi. Untuk itu diperlukan tindakan preventif.

"Tindakan preventif ini sangat penting. Posyandu juga menjadi ujung tombaknya. Pentingnya memberikan gizi kepada anak, selama 1000 hari pertama sejak masih dalam kandungan hingga anak itu dilahirkan," ujar calon yang diusung oleh PDIP dan PPP tersebut.

Lanjut dia, memberikan anak makanan yang bergizi juga tidak sulit. Masih banyak makanan bergizi yang murah. Misalnya saja memberikan makanan sayur-sayuran, ikan, tahu, tempe hingga umbi-umbian. 

"Kalau buah, pepaya harganya masih murah. Gizinya juga bagus," ucapnya.

Menurut Djarot, kenapa stunting dan gizi buruk menjadi program dan isu penting yang dibahasnya mengingat, ke depan generasi Sumut, Indonesia khususnya haruslah anak-anak yang sehat, pintar, kuat dan berkualitas. Karena ke depan yang menjadi ujung tombak negara ini adalah generasi saat ini.

"Untuk itu saya imbau agar masyarakat terus menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan yang bergizi," harapnya.

Usai mengunjungi Kesya, Djarot dan istri juga sempat berkunjung ke Gramedia untuk membeli buku bahan bacaannya. Rutinitas ini acap sekali dilakukan Cagub nomor urut dua tersebut. (A18/l)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru