Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

Yayasan Caritas PSE Keuskupan Agung Medan Gelar Japan Day Peringati Bantuan Hibah Pemerintahan Jepang

- Sabtu, 14 Juli 2018 13:55 WIB
265 view
Yayasan Caritas PSE Keuskupan Agung Medan Gelar Japan Day Peringati Bantuan Hibah Pemerintahan Jepang
Medan(SIB)- Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba Yayasan Caritas Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Kota Medan ( PSE KAM) menggelar acara "Japan Day and Family Support Group Meeting" sebagai peringatan hari jadi  pertama setelah peresmian "Proyek Pembangunan Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba di Lubuk Pakam, Deli Serdang,Sabtu pekan lalu(7/7)

Bantuan Hibah Grassroots Pemerintah Jepang Tahun Anggaran 2016 (diresmikan tahun 2017). Sejak tahun 2015, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan Indonesia sebagai  "Darurat Narkoba". Pada tahun 2017 Sumatera Utara berada dalam urutan kedua provinsi  terbanyak pengguna narkoba setelah DKI Jakarta. Badan Narkotika Nasional mencatat warga yang menjadi pengguna dan terdampak narkoba di Provinsi Sumut berjumlah sekitar 350 ribu orang.

Atas dasar inilah maka pihak Yayasan Caritas PSE membangun pusat  rehabilitasi Narkoba dengan dukungan dari Badan Narkotika Nasional dan Kementerian  Sosial Republik Indonesia. Sebelumnya, yayasan hanya mampu menampung 20 orang pasien pecandu narkoba dalam satu periode rawat inap  yakni 3 bulan, sedangkan pasien yang mendaftar bisa melebihi 20 orang. Yayasan terpaksa menolak beberapa calon pasien karena keterbatasan fasilitas.

Untuk mengatasi masalah ini, Pusat Perawatan dan Pemulihan Adiksi Narkoba Yayasan Caritas dibangun melalui bantuan hibah Grassroots dari Pemerintah Jepang Tahun Anggaran 2016 senilai Rp1,04 miliar lebih.  Bantuan ini diberikan kepada Yayasan Caritas dan gedung diresmikan pada 16 Juli 2017.

Setelah menerima bantuan dari Pemerintah Jepang, gedung pusat rehabilitasi  mempunyai ruangan lebih luas sehingga dapat menampung hingga 60 orang pasien  dalam satu periode perawatan. Selama satu tahun, yayasan diperkirakan dapat menampung hingga 240 pasien. Gedung tersebut dilengkapi dengan ruangan konseling dan ruangan pendukung lainya untuk memfasilitasi proses penyembuhan pasien yang sedang diterapi.

Acara Japan Day diisi dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dilanjutkan dengan pemutaran lagu Nasional Jepang "Kimigayo" diikuti mereka yang hadir dan dinyanyikan dengan khidmat. Para pasien rehabilitasi atau disebut dengan residen juga turut mempersembahkan lagu "Kokoro No Tomo" dengan antusias. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi berjudul "Kaizen".

Acara Japan Day ini juga diadakan bersamaan dengan "Family Support Gathering", dimana pihak keluarga dari para pasien berkumpul dan diberikan penyuluhan mengenai pentingnya peran serta keluarga untuk mendampingi orang-orang korban penyalahgunaan zat adektif.

"Family Support Gathering"  rutin diadakan oleh pihak yayasan selama dua kali dalam setahun. Seluruh staf pusat rehabilitasi, para residen dan sebagian besar anggota keluarga residen  turut hadir di acara tersebut.

Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Medan melaksanakan proyek hibah bantuan hibah Grassroots di berbagai bidang di dalam wilayah yuridikasinya sejak tahun 2000 sebanyak 70 proyek senilai 4,5 juta dolar AS atau sekitar Rp64 miliar.

Selama  ini yayasan penerima bantuan hibah tersebut  selalu melaksanakan Japan Day untuk memperingati hari diresmikannya proyek sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya pemeliharaan gedung maupun fasilitasnya.kepada pihak yayasan terkait.(A2/rel/c).

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru