Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 23 April 2026

Pasien UGD Terganggu, Warkop di Depan RS Elisabeth Segera Ditertibkan

- Minggu, 19 Agustus 2018 13:04 WIB
848 view
Medan (SIB)- Lapak dagangan pedagang yang ada di depan Rumah Sakit (RS) Elisabeth Medan dalam waktu disepakati akan ditertibkan. Sebab, keberadaan pedagang warung kopi (Warkop) dan parkir dikeluhkan pasien karena mengganggu akses jalan masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS tersebut.
Kesepakatan itu tercetus saat pihak RS Elisabeth berdelegasi ke kantor DPRD Medan, Rabu (15/8) yang diterima Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi anggota DPRD Medan lainnya Hendrik H Sitompul dan Andi Lumbangaol. Pertemuan juga dihadiri Kadis Perhubungan Medan Drs Renward Parapat, Satpol PP yang diwakili Indra SH.

Menurut penuturan pengawas RS Elisabeth Sr M Ignatia Fse didampingi pengurus lainnya, akibat keberadaan pedagang warung dan pedagang lainnya di depan RS, mobil ambulance menuju ruang IGD menjadi terganggu karena jalanan sempit.

"Mobil ambulance membawa pasien darurat terganggu karena keberadaan pedagang. Pedagang yang membuka lapak dagangannya hingga ke badan jalan menghambat akses mobil keluar masuk. Untuk itu, kami minta dukungan dewan supaya pedagang ditertibkan. Karena yang kita tolong nyawa manusia," ujarnya yang diamini pengurus lainnya.

Bukan itu saja, Ignatia juga mengeluhkan kondisi parkir di depan dan di samping RS Elisabeth Jalan Selamat Riadi. Akibat keberadaan parkir mobil, becak dan sepeda motor yang semrawut sangat mengganggu akses keluar masuk menuju areal rumah sakit. 

Menyikapi itu, Anggota DPRD Medan itu merespon dan mendorong pihak Satpol PP dan Dishub Medan segera melakukan penertiban. "Satpol PP harus segera melakukan penertiban. Selanjutnya dilakukan pengawasan agar tidak kembali berjualan di tempat yang dilarang," ujar Ketua DPRD Medan.

Hal yang sama juga disampaikan Hendrik, keluhan pihak RS Elisabeth patut disikapi karena menyangkut nyawa manusia saat sakit dan pelayanan umum. "Kita prihatin, ketika ada orang sakit butuh pelayanan cepat tapi terhambat karena akses jalan terganggu. RS harus kita dukung dan dorong memberikan pelayanan cepat, menyangkut nyawa manusia," terangnya.

Selain itu, penertiban terhadap pedagang patut dilakukan apalagi terbukti mengganggu ketertiban umum. "Demi menjaga estetika kota, pedagang di lokasi RS Elisabeth harus ditertibkan. Apalagi bangunan RS Elisabeth juga merupakan cagar budaya yang harus dirawat dan dilestarikan," ujar Politisi Partai Demokrat yang akan bertarung di DPR RI pada 2019 itu seraya berharap penertiban akan tuntas. 

Sementara itu, Renward Parapat dan Indra sepakat akan melakukan penertiban. Untuk itu, stakeholder akan melakukan koordinasi menjadwalkan penertiban. "Ini akan menjadi fokus dan perhatian kami," ujar mereka mengakhiri. (A13/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru