Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 Juli 2026

Perwakilan Pemko Medan Tidak Hadiri RDP Pasar Aksara

- Sabtu, 29 September 2018 14:28 WIB
209 view
Medan (SIB)- Ketua Komisi C DPRD Medan, Hendra DS menuding Pemko Medan Medan tidak lagi mempedulikan nasib para pedagang di Pasar Aksara Medan yang kini masih terkatung-katung.

Hal itu disampaikannya menyikapi tidak hadirnya satupun perwakilan Pemko Medan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas Pasar Aksara di Ruang Rapat Komisi C DPRD Medan, Selasa (25/9).

"Kami melihat Pemko Medan kurang transparans soal Pasar Aksara. Mereka seperti membiarkan supaya menjadi konflik," nilai Politisi Hanura itu. Ada empat instansi di Pemko Medan yang diundang yaitu Asisten Umum, Bappeda, Bagian Aset dan Bagian Hukum, tapi mereka tidak hadir dan tanpa konfirmasi.

Dijelaskannya, saat ini sesuai data ada 735 pedagang Pasar Aksara harus menghidupi keluarganya dan kini kondisinya sangat memprihatinkan. "Mereka pedagang resmi, bayangkan saja ada 700 lebih pedagang, jika satu pedagang harus menghidupi anak istrinya lima orang saja, berarti ada 3500 jiwa yang tergantung hidupnya di Pasar Aksara," sebutnya.

Dalam rapat yang dihadiri Anggota Komisi C Dame Duma Hutagalung, Modesta Marpaung dan Perwakilan PD Pasar, Komisi C merekomendasikan agar seluruh Pedagang Aksara diperbolehkan untuk berjualan di lahan eks Pasar Aksara yang terbakar.

"Kita rekomendasikan pedagang bisa berjualan di lahan Pasar Aksara yang terbakar," ujarnya seraya mengatakan jika tidak diperkenankan kita persilahkan Pedagang Pasar Aksara untuk menggelar jualannya di depan Kantor Wali Kota Medan.

Terkait rencana PD Pasar yang akan menempatkan pedagangnya di sejumlah pasar di sekitaran Pasar Aksara, dinilainya bukan jalan keluar. "Kita sudah melakukan kunjungan ke beberapa pasar. Kita melihat pasar-pasar yang akan ditempati pedagang adalah pasar-pasar yang sedikit pengunjungnya alias pasar buangan," jelasnya.

Hal senada juga diamini Dame Duma Hutagalung yang meminta Pemko Medan  tidak senaknya memindah-mindahkan pedagang, sementara pasar yang menjadi tempat mereka merupakan pasar buangan.

Dalam pertemuan tersebut, Perwakilan PD Pasar Ismail Pardede mengatakan saat ini dari 725 pedagang dan PD Pasar sudah melakukan penempatan sementara di terminal yang lokasinya berada di Deliserdang. "Lahan yang sudah dipersiapkan ada di Terminal Deliserdang saat ini ada 50 tempat. Ke depan kemungkinan juga bisa ditambah," jelasnya.

Sementara itu untuk penempatan pedagang di sejumlah pasar di seputaran Aksara, ada beberapa kendala yang dihadapi di antaranya banyak pedagang merasa jauh dari kediamannya. "Seperti di Glugur bisa menampung 200 pedagang, begitu juga di Pasar Bakti, Halat, Pasar Mandiri dan Pasar Denai," jelasnya seraya mengatakan pihaknya prihatin dengan kondisi pedagang sekarang ini yang seharusnya bisa diselesaikan, karena pedagang merupakan aset PD Pasar. (A13/l)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru