Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 03 April 2026

Kemenlu RI Dukung Pengembangan Danau Toba Jadi Single Destination

- Rabu, 03 Oktober 2018 14:03 WIB
294 view
Medan (SIB)- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) mendukung upaya pengembangan kawasan wisata Danau Toba di Sumatera Utara menjadi single destination. Kenapa wisata Danau Toba menjadi salah satu pilihan Kementerian Luar Negeri, hal tersebut di antaranya didukung letak strategis Provinsi Sumatera Utara terhadap negara-negara ASEAN.

"Kami memiliki komitmen di antara negara-negara ASEAN agar mempunyai gerak langkah bersama untuk promosikan ASEAN sebagai suatu single destination di pasar internasional. Oleh karenanya, posisi Sumut yang sangat strategis, sangat dekat kalau kita lihat, lebih ke arah utara tempat dimana anggota-anggota negara ASEAN," kata Foster Gultom mewakili Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Selasa (2/10) dalam Lokakarya Pengembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara bersama Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, di lantai 8 kantor Gubsu Jalan Diponegoro No 30 Medan.

Diakuinya, dari 10 destinasi wisata di Indonesia, pihaknya selanjutnya memfokuskan pada tiga daerah wisata dan terpilihlah Sumatera Utara khususnya wisata Danau Toba menjadi perhatian pemerintah pusat, sebagai pengembangan pariwisata single destinastion tersebut. "Danau Toba punya potensi pariwisata yang tinggi seperti dimiliki Thailand, Malaysia maupun Singapura. Jadi, itu bisa kita lebih intensifkan," sebutnya.

Dia menegaskan, Sumatera Utara mempunyai peluang yang sangat besar untuk bisa memajukan industri pariwisata yang saat ini bisa menjadi alternatif di tengah gejolak ekonomi dunia, bahkan perdagangan internasional yang tidak banyak menguntungkan. "Para traveller, orang dari berbagai negara dalam satu tahun bisa 1,2 miliar untuk ke seluruh dunia, itu pasti potensi yang bisa kita upayakan, bisa dimanfaatkan Sumut khususnya," ujar Foster Gultom.

Terpenting dari hal tersebut, menurutnya, Pemprovsu bersama pemerintah kabupaten/kota dan pelaku industri pariwisata, harus melakukan konsolidasi dalam suatu perencanaan pembangunan terhadap pengembangan objek sebagai destinasi wisata.

Penegasan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI tersebut disambut positif oleh Pemprov Sumut dalam hal ini Dinas Pariwisata Sumut. "Hari ini kami bekerjasama dengan Kemenlu untuk ASEAN. Jadi ini sangat menarik sekali karena pengembangan pariwisata ini kami harus 
mengidentifikasi permasalahan yang ada. Sesuai identifikasi itu, kami mendapatkan bahwa destinasi yang ada sekarang ini belum tertata, sehingga kita perlu penataan kembali," sambut Hidayati Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu.

Artinya, terang Hidayati, perlu pemanfaatan dana keluar negeri sebagai pengembangan pariwsata melalui promosi. "Ini harus gencar kita lakukan, termasuk meningkatkan kualitas even wisata di Sumut, mungkin Samosir bisa menjadi acuan mereka bisa mendatangkan 12 ribu sampai 20 ribu Wisman," tambahnya.
Demikian halnya ditegaskan Solahuddin Nasution selaku Ketua ASITA Sumatera Utara, bahwa dalam mengejar 1 juta wisatawan di tahun 2019 mendatang bagi Danau Toba itu harus ada kerja keras dan terobosan. "Rumusan langkah program kongkrit dan terukur dan diperkuat penentuan target pasar ini bisa dilakukan, bila pemerintah duduk bersama dengan pelaku industri pariwisata di daerah ini," tegasnya.

Pemerintah, sebut Solahuddin, dalam hal ini tidak harus berperan dalam mengkoordinasikan dan menghimpun potensi di kabupaten/kota. "Join promosi, join budget, supaya kuat sasaran jangkauan. Kita yakin ini bisa maksimal hasilnya. Bukan malah sendiri-sendiri, adapula Samosir sendiri, Langkat pergi sendiri, Nias juga begitu tak efektif seperti ini di dalam mendukung single destination pariwisata di Sumut," katanya mengakhiri. (A11/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru