Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

88 Peserta Ikuti Lomba Tafsir MTQ Nasional XXVII

* 47 Penyandang Tunanetra Ikut Berlomba
- Senin, 08 Oktober 2018 16:59 WIB
243 view
88 Peserta Ikuti Lomba Tafsir MTQ Nasional XXVII
SIB/Dok
TAFSIR: MTQN XXVII, diikuti para peserta cabang tafsir Al-Quran di gedung H Anif Kompleks Unimed Jalan Pancing Medan, Minggu (7/10).
Medan (SIB) -Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke- XXVII akan diikuti 88 peserta untuk cabang tafsir Al-Quran. Khususnya tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. "Hari ini (Minggu) di gedung H Anif cabang tafsir Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, pelaksanaannya berlangsung baik dan dihadiri seluruh peserta," kata Koordinator bidang perlombaan Tafsir Al-Quran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Khairil Ansari, di gedung H Anif Kompleks Unimed Jalan Pancing Medan, Minggu (7/10).

Untuk perlombaan tafsir Alquran Bahasa Inggris lamanya waktu dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sampai dengan pukul 14.11 WIB dengan berjumlah 12 peserta. Selanjutnya, waktu istirahat selama 20 menit. Sedangkan lomba tafsir Bahasa Indonesia diperkirakan pada pukul 14.30 WIB sampai sekira pukul 18.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang peserta.

"Target per hari lomba sebanyak 23 orang peserta, kita harap sejumlah 88 orang peserta putra/putri ini tuntas sampai penyisihan pada Rabu (10/10). Kemudian dilanjutkan final di hari Kamis (11/10)," terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia ini, berdasarkan jadwal lomba tafsir Al-Quran ini sudah berakhir pada Kamis (11/10). Sehingga Khairil mengajak masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya untuk bersama-sama menghadiri lomba tafsir ini. "Harapan kami pada masyarakat ikut berpartisipasi di acara ini, karena mungkin Minggu (7/10) belum terlihat semaraknya, apalagi kampus (Unimed) ini libur, tapi kita yakin gaungnya akan semakin baik terkhusus dengan kehadirian Pak Presiden RI (Jokowi)," harapnya.

Sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII, tegasnya, Sumut harusnya bisa memanfaatkan ini sebagai arenanya. "Jadi, harus lebih semangat, apalagi pak Gubernur (Edy Rahmayadi) berharap Sumut bisa 5 besar," pungkasnya. 

47 Penyandang Tunanetra
Sementara itu, sebanyak 47 penyandang tunanetra akan mengkuti kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQ) ke-XXVII di Kota Medan. Perlombaan cabang tilawah golongan cacat netra ini akan digelar di Aula King Abdul Aziz, Asrama Haji mulai Minggu (7/10) hingga Jumat (12/10) mendatang.

Dari 47 peserta, di antaranya 23 perempuan dan 24 laki-laki. Sementara itu, perwakilan dari Kafilah Sumatera Utara ada sebanyak dua orang, di antaranya Putri Aura Hermawan (14 tahun) menjadi peserta dengan usia paling muda dan H Syafrizal Tanjung (48 tahun).

Peserta tilawah cacat netra yang tampil ada sebanyak 13 orang. Seluruhnya tampil usai sesi perdana, lomba Tartil Putra Putri untuk usia anak.

"Lokasi Aula King Abdul Aziz ini menjadi lokasi lomba tartil putra putri usia anak-anak dan tilawah cacat netra. Untuk hari ini (Minggu), ada 17 peserta tartil yang tampil dan 13 peserta tilawah. Kita sudah siapkan semuanya dengan baik, tadi pagi sedikit kendala di layar TV sehingga acara dimulai sedikit telat.  Semoga besok bisa lebih baik lagi," ujar Koordinator acara MTQN di Aula Abdul Aziz, Wali Hasmi didampingi Penanggungjawab, dr H Hayatsyah.

Lanjutnya, syarat untuk cacat netra tidak ada yang beda dengan lainnya. Isyarat tanda adalah bel, bunyi bel satu kali sebagai tanda peserta mulai membaca, bunyi bel dua kali sebagai tanda peserta bersiap untuk mengakhiri bacaan, dan yang bel tiga kali sebagai tanda peserta harus mengakhiri. Waktu yang diberikan panitia 7 sampai 9 menit.

Panitia sendiri lanjutnya, dalam mendata peserta juga sudah menggunakan sistem online atau teknologi. "Kita pakai finger print dan semua menggunakan teknologi canggih. Semua yang tampil sesuai orangnya dengan pemilik nama. Sebanyak 14 juri dalam memberi penilaian juga langsung tayang di monitor dan bisa dilihat oleh para undangan," katanya.

Menanggapi para peserta yang telah tampil, Dewan Hakim MTQN ke-XXVII, Yusdarli Amar mengaku ia masih menunggu hingga hari terakhir. "Hari ini, saya belum menemukan ada peningkatan yang signifikan dari tahun tahun sebelumnya. Dominan peserta lebih mengutamakan lagu dibanding dengan hukum bacaannya," katanya.

Lanjutnya, padahal bila hukum bacaan benar, lagu bisa mengikuti bahkan bisa lebih baik. "Sebenarnya hukum bacaan itu adalah notnya, jadi yang harus dikuasai adalah tajwid atau hukum bacaan. Kalau lagu atau suara, semua orang sudah miliki kemampuan masing-masing tinggal dilatih aja," ujarnya mengakhiri. (A11/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru