Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Musa Peserta Termuda dalam Perlombaan MTQ Nasional XXVII

* 22 Peserta Ikuti Lomba 1 Juz dan 5 Juz Tilawah
- Rabu, 10 Oktober 2018 16:55 WIB
436 view
Medan (SIB) -Musa (9) tahun menjadi peserta termuda dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII di Asrama Haji Gedung Quba Jalan AH Nasution Medan.

Saat hendak diwawancarai usai penampilannya, Musa menolak karena malu dan berjalan begitu cepat. Didampingi ayahnya La Ode Abu Hanafi atau yang disapa Hanafi. Musa mendapatkan nomor urut 242.

Penampilan kalifah asal Kepulauan Bangka Belitung itu sangat memukau. Menjelang maghrib ia tampil membacakan 4 soal hafalan secara acak. Mulai dari Surah Al Baqarah, Surah Thaaha, Surah Ash Shaaffaat dan Surah Al Mursalaat.

Menurut Hanafi, putranya sudah bisa menghafal Al Quran sejak usia 3 tahun. Meski tak mudah membimbing Musa, namun daya tangkapnya sangat cepat sehingga Musa bisa menyambung bacaan Al Quran yang dibacakan ayahnya yang juga seorang guru ngaji dan berdagang. Sedangkan ibunya, Yulianti hanya ibu rumah tangga.

"Saya tak menyerah, di atas 3 tahun akhirnya Musa mampu menghafal seperempat halaman dengan metode Talaqi yang saya ajarkan. Alhamdulillah, Musa bisa menghafal 30 juz pada usianya 5 tahun 10 bulan," katanya.

Berbicara persiapan menuju MTQ Nasional menurut Hanafi, Musa berlatih menghafal dalam sehari hanya 1 juz, namun menjelang perlombaan semakin ditingkatkan menghafal 3 juz setiap harinya.

"Bahkan persiapan kami tidak sampai 2 minggu dalam sehari Musa menghafal yang bisanya 1 juz menjadi 3 juz dalam seharinya," terang Hanafi yang memiliki 5 anak yang semuanya sudah menghafal Al Quran.

Ia pun berharap Musa bisa meraih juara dalam MTQ Nasional XXVII itu. Namun harapan terbesarnya Musa bisa menjawab seluruh soal hafalan yang diberikan dewan hakim.

Hafiz juga pernah menorehkan prestasi sejak tahun 2014 dan mengikuti MTQ Nasional 2015. Prestasi paling tinggi yakni juara harapan 2 MTQ Nasional di Pondok Gede dan Tarakan. Bahkan Musa juga pernah menjadi salah satu Hafiz Indonesia Cilik yang ditayangkan di televisi swasta.

Lomba 1 Juz dan 5 Juz Tilawah
Sementara itu di lapangan Istana Maimun Medan dimulai lomba satu dan lima juz tilawah dalam Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XVII tahun 2018, Senin (8/10).

Sekitar 138 peserta putra dan putri kategori anak-anak dan remaja dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti perlombaan untuk cabang tersebut. 

Menurut Penanggungjawab MTQN di venue Lapangan Istana Maimun Safaruddin, Selasa (9/10), perlombaan untuk cabang tersebut memang baru dimulai pada hari itu. "Semestinya dimulai pada 7 Oktober, namun karena datangnya bapak Presiden ke Istana Maimun Minggu kemarin, jadinya lomba baru kita mulai Senin," katanya.

Dia menyebutkan, untuk hari itu total peserta yang mengikuti lomba 1 juz dan 5 juz tilawah sebanyak 22 orang. Sementara untuk hari selanjutnya diakui dia belum ada informasi lebih lanjut dari panitia. 

Mengenai sistem perlombaan pada cabang ini, dijelaskan Safaruddin, tetap akan ada finalis. Artinya, keseluruhan peserta terlebih dulu bertarung pada fase gugur sebelum nantinya dipilih dan masuk enam besar.

"Jadi untuk masing-masing cabang, nantinya dipilih tiga peserta. Sehingga totalnya di babak final ada enam peserta. Artinya juara 1, 2 dan 3 di masing-masing cabang akan menjadi finalis," katanya.

Dalam cabang 1 juz dan 5 juz tilawah ini, sebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tebingtinggi ini, masing-masing provinsi mengirimkan sepasang peserta yakni putra dan putri. Dengan kata lain, masing-masing provinsi mengirimkan empat orang. 

Dia juga mengungkapkan bahwa tidak ada kendala sama sekali dalam penyelenggaraan perlombaan terkhusus di venue Lapangan Istana Maimun. "Jadi sekarang ini masih tahapan mencari siapa yang masuk di final. Di mana pada 11 Oktober sesuai jadwal akan kita pertandingkan untuk mencari juara satu. Kita berharap hingga hari terakhir lomba semua berjalan lancar," katanya.

Pihaknya juga belum mengetahui apakah perlombaan akan dilanjutkan hingga malam hari, sebagai pengganti di hari pertama yang tidak sempat digelar karena kedatangan presiden ke Istana Maimun. "Semua keputusan tergantung dewan juri dan dewan hakim. Nanti akan kita lihat bersama apa keputusannya, dilanjutkan malam lagi atau tidak," pungkasnya. (A11/A12/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru