Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 28 September 2026
Berkat Informasi Satu Alumni yang Jadi Tentara dalam Tim Siaga Bencana

ALUSTA 84 Kirim Santunan untuk Putra Samosir yang Jadi Korban Tsunami di Palu

- Jumat, 26 Oktober 2018 12:47 WIB
400 view
Medan (SIB) -Kalangan putra putri Samosir yang terhimpun dalam alumni SMP Negeri Ambarita tamatan 1984 (ALUSTA 84), menghimpun dan mengirimkan bantuan sosial sebagai santunan khusus kepada Dicky Manurung yang menjadi salah satu korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 September lalu.

Dicky Manurung yang saat ini masih kuliah di salah satu universitas di Palu, adalah putra dari Marnaek Manurung, salah satu alumni SMP Negeri Ambarita yang menjadi pengurus ALUSTA 84 sejak periode 2012 sebagai kordinator wilayah (Korwil)-IV yang meliputi Indonesia bagian timur.

"Terlepas dari besar kecilnya bantuan atau santunan sosial ini, penghimpunan spontan dan pengiriman ini terlaksana atas kepedulian dan upaya komunikasi seorang anggota atau alumni yang saat ini sudah jadi tentara (TNI) dan kebetulan terlibat dalam aksi tanggap darurat dan siaga bencana di sekitar lokasi," ujar Ir Mandalasah Turnip SH, Ketua Umum ALUSTA 84, kepada pers di kantor ALUSTA 84 Jalan Dame Gajah Mada Medan, Rabu (24/10).

Bersama rekannya sesama pengurus dan sejumlah anggota, dia mengutarakan hal itu dalam acara serah terima bantuan kepada tim delegasi yang akan meneruskan bantuan tersebut kepada Dicky Manurung di Palu. Hadir antara lain Kapten TNI Kusten Sidabutar, Dan Ramil Pancurbatu yang juga Ketua Korwil II ALUSTA 84, Bendahara Flora Dabukke, Korwil I Dafrosa Sidabutar dan Wakil Sekretaris Robiske Sidabutar.

Acara sederhana tersebut ditayangkan secara 'video call' dan whats up yang disaksikan keluarga Marnaek Manurung dan Rosmi boru Manik di Palu. Marnaek Manurung, seorang PNS di Palu mengalami kerusakan total rumah tinggalnya, yang amblas dan terendam arus tsunami, sehingga harus turut direlokasi ke areal pemukiman baru, namun saat ini masih tinggal di tenda pengungsian bersama para korban lainnya.

"Saat ini, jajaran pengurus dan anggota ALUSTA 84 sedang menggalang komunikasi dan empati kepedulian sesama alumni yang ada di seluruh penjuru nusantara bahkan di mancanegara untuk menghimpun bantuan agar pengiriman santunan sosial ini bisa berkesinambungan walau jumlahnya hanya Rp15 juta atau Rp 20 jutaan. Kita berharap bantuan ini tak hanya sekali dua kali saja," ujar Mandalasah Turnip dan Kusten Sidabutar dengan nada optimis.

Soalnya, ujar mereka, para pengurus dan anggota ALUSTA 84 atau alumni SMP Negeri Ambarita Samosir telah menyebar luas ke Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan, Riau, Papua, bahkan di luar negeri seperti Perancis, Belanda, Malaysia, Australia dan lainnya. Khusus alumni 1984, dari sekitar 200-an alumni dari enam kelas akhir (kelas 3A hingga 3F), sudah 67 orang yang terdata pada pembentukan ALUSTA 84 pada deklarasi kepengurusan periode 2012-2017. (A04/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru