Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Kembali "Makan" Korban di Sergai

* Kapolres Surati PT KA Agar Pasang Palang
Redaksi - Rabu, 22 Januari 2020 12:06 WIB
444 view
Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Kembali "Makan" Korban di Sergai
Foto SIB/M Reza Fahlefi
TERANGKAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Lantas AKP Agung Basuni dan Kasubbag Humas Ipda Zulfan Ahmadi saat menerangkan kronologis tabrakan di perlintasan rel KA Jalan Pasar Rodi, Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Selas
Sergai (SIB)
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Pasar Rodi, Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Sergai, kembali memakan korban, Selasa (21/1) sekira pukul 15.00 WIB.

Tiga orang penumpang mobil Toyota Rush bernomor polisi B 2635 TOW terlempar ke luar setelah dihantam Kereta Api ( KA) dengan nomor lokomotif CC 2018332, jurusan Medan-Pematangsiantar, yang dimasinisi Wilham Fadli (25) beserta asistennya, Erik Pranata (24).

Informasi dihimpun SIB dari lokasi kejadian, beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun demikian, satu korban mengalami luka ringan. Peristiwa naas itu bermula saat Toyota Rush yang dikemudikan Haposan Nainggolan (68) dengan tiga penumpangnya yakni, Rusmina Samosir (72), Mananti Samosir ( 67), dan B Nainggolan, baru pulang dari rumah keluarganya di Pematangsiantar.

Keempatnya, diketahui merupakan warga Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Sergai. Mobil yang dikemudikan Haposan saat itu hendak melewati rel.

Tiba-tiba, KA penumpang dari Kota Medan menuju Pematangsiantar muncul dan menghantam bagian depan minibus itu hingga terseret sekitar 4 meter dan terlempar ke areal kebun ubi milik warga. Saat terseret, tiga penumpang yang merupakan satu keluarga ini juga terlempar ke luar dari minibus.

Sedangkan sang supir masih di dalam minibus dan tak mengalami luka. Dari empat penumpang termasuk supir, hanya Rusmina Br Samosir yang mengalami luka di bagian gigi palsunya. Selanjutnya, ketiga korban dilarikan ke RSUD Sultan Sulaiman.

Wagiran (62), warga setempat kepada SIB mengatakan, saat Toyota Rush berada di perlintasan rel KA beberapa warga sempat berteriak."Sudah kami teriaki ada kereta api, tapi tetap melintas juga. (Akhirnya), langsung dihantam kereta api. Tiga penumpangnya, kami lihat terlempar ke luar," ucap Wagiran.

Haposan Nainggolan kepada awak media mengatakan, dia tidak melihat adanya kereta api. Padahal sudah melihat kiri dan kanan. Bahkan, dia sudah sering melintasi rel kereta api itu."Aku gak pala melihat. Aku fikir tidak ada kereta api. Pas bagian depan naik ke rel, mobil sudah mati. Tidak sempat lagi mau keluar, langsung terpaku mobil kami," sebut Haposan.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH MHum didampingi Kasat Lantas AKP Agung Basuni SH SIK langsung turun ke lokasi kejadian dan mengamankan barang bukti. Kapolres mengatakan, akibat kejadian itu satu korban terluka dan tiga lainnya hanya trauma dan kini sudah ditangani Satlantas Polres Sergai.

Kapolres juga mengaku pihaknya sudah membuat surat ke PT KA dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sergai terkait perlintasan rel KA yang tidak memiliki palang. Pihaknya juga mengaku akan menggelar rapat dalam waktu dekat, karena hal tersebut merupakan kewajiban PT KA supaya tak ada lagi korban yang berjatuhan. (T09/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru