Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

DPRD Minta PT KIM Bantu Atasi Banjir di Medan Labuhan

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 11:39 WIB
147 view
DPRD Minta PT KIM Bantu Atasi Banjir di Medan Labuhan
Foto: SIB/Dok
TINJAU: Komisi II DPRD Medan meninjau drainase di seputaran PT KIM Medan, Selasa (21/1).
Medan (SIB)
Komisi II DPRD Kota Medan meminta PT KIM untuk membantu mengatasi banjir yang kerap melanda Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan setiap hujan turun. Sebab, sampai hari ini apa yang sudah pernah diwacanakan belum terealisasi.
"Kami meminta komitmen dari PT KIM terkait cara mengatasi banjir itu," tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari dalam pertemuan dengan PT KIM, Selasa (21/1) bersama Ketua Komisi II Aulia Rachman.

Dikatakannya, masyarakat di Kelurahan Tangkahan selalu menjadi objek limpahan limbah industri saat banjir datang. "Jadi, air banjir itu selalu bercampur dengan limbah industri dan itu yang diterima masyarakat," kata politisi PAN itu.

Solusinya, perlu dibuat waduk serta pelebaran dan pengorekan parit secara rutin. "Sebelumnya pernah ada perjanjian pihak PT KIM dengan masyarakat untuk tidak mengalirkan limbah buangan industri ke parit warga, tapi sampai saat ini masih mengalir ke parit warga," sebutnya.

Jika nantinya PT KIM membuat waduk untuk penampungan air banjir, air buangan limbah ditampung di dalam waduk. "Airnya bisa diolah kembali melalui proses water treatment. Hasilnya dapat digunakan kembali dan dapat menjadi nilai tambah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II Aulia Rachman menyarankan selain membuat waduk, pihak PT KIM juga bisa membuat sumur-sumur resapan. "Kalau membuat biopori, daya tahannya sebentar. Kalau sumur resapan bisa lama," sebutnya.

Politisi Gerindra ini juga meminta PT KIM memberikan peluang kepada masyarakat sekitar untuk dapat dipekerjakan di pabrik-pabrik yang berada di sekitarnya.

Anggota Komisi II lainnya Janses Simbolon juga memertanyakan dana CSR PT KIM terhadap wilayah sekitar. Biasanya kalau ada perusahaan yang berdiri, bagi hasil itu dialokasikan untuk pembangunan di wilayah sekitarnya.

Menanggapi itu, Direktur Operasional PT KIM Ilmi Abdullah mengatakan masalah limbah memang masih menjadi persoalan, sebab belum seluruhnya tenant yang ada menyalurkan limbahnya ke PT KIM.

Bagi tenant yang sudah menyalurkannnya ke PT KIM, sudah kooperatif dengan tidak melewati batas baku until parameter COD 900ppm. "Jadi, limbah yang disalurkan ke PT KIM hampir tidak ada yang melewati ambang batas. Sebab, ada tim monitoring yang mengontrolnya," katanya.

Terkait banjir, PT KIM hanya bagian mitigasi dalam tim penanganan banjir yang dibentuk. "Tugasnya memperbaiki parit dan kanal. Ini menjadi persoalan bersama, maka harus diselesaikan bersama," katanya.
Disebutkannya, pihaknya akan membuat kolam resapan di KIM 4. "Kalau sumur resepan, kita punya 20 namun belum mewakili semuanya," pungkasnya. (M13/d)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru