Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Bupati dan Ketua DPRD Sergai Gunakan Rakit Kunjungi Warga Desa Manggis

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 12:23 WIB
163 view
Bupati dan Ketua DPRD Sergai Gunakan Rakit Kunjungi Warga Desa Manggis
Foto: SIB/Dok
RAKIT: Bupati Sergai H Soekirman bersama Ketua DPRD M Riski Ramadhan Hasibuan beserta rombongan tampak menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit menuju Dusun Buntu Bulat, Desa Manggis, Kecamatan Serbajadi untuk menyerap aspirasi warga, Selasa (21/1) so
Sergai (SIB)
Menyeberangi sungai menggunakan rakit, Bupati Serdangbedagai (Sergai) H Soekirman bersama Ketua DPRD dr Riski Ramadhan Hasibuan mendatangi Dusun Buntubulat, Desa Manggis, Kecamatan Serbajadi untuk menyerap aspirasi warga, Selasa (21/1) sore.

Dalam rombongan ikut Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kepala Dinas PUPR Johan Sinaga, Sekretaris DPRD H Suprin dan Camat Serbajadi M Kahar Efendi. Kedatangan bupati beserta rombongan disambut Kepala Desa Manggis, Sopian beserta perangkat desa, para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Bupati mengungkapkan kondisi geografis Desa Manggis yang sulit untuk menanam padi, menyebabkan penghasilan masyarakat bergantung pada hasil bumi lainnya seperti pisang dan kelapa sawit. Selain itu, masyarakat juga terkendala oleh akses jalan yang cukup sulit, terutama untuk penyeberangan, karena desa ini dekat dengan Sei Ular yang merupakan batas Kabupaten Sergai dengan Deliserdang.

Menurutnya, kondisi Sei Ular yang membelah dua kabupaten tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Sergai untuk melakukan pembangunan jembatan penyeberangan sesuai permintaan masyarakat Dusun Buntubulat.

"Kami akan mengkaji secara serius atas aspirasi masyarakat dalam hal permintaan pembangunan jembatan tersebut. Namun saat ini, Pemkab Sergai melalui pemerintah Desa Manggis, sudah membangun fasilitas jalan dusun dengan rabat beton di Dusun Buntubulat tersebut," ungkap Soekirman.

Sementara itu, Ketua DPRD Sergai dr Riski Ramadhan Hasibuan berjanji akan ikut memerjuangkan pembangunan jembatan penyeberangan yang membelah sungai ular itu. Soalnya selama bertahun-tahun masyarakat yang mau keluar desa harus menyeberang sungai menggunakan rakit.

"Kita prihatin dengan kondisi masyarakat di sana. Untuk keluar dari desa memang bisa menempuh jalan darat, tetapi sangat jauh sekali dan itupun melintasi jalan perkebunan swasta. Sekarang jalan perkebunannya sudah dipalang pula, akibatnya masyarakat sama sekali tidak bisa lewat," ungkap dr Riski Hasibuan kepada SIB di gedung DPRD Sergai di Sei Rampah, Rabu (22/1) usai melakukan kunjungan.

Kemudian, yang parahnya lagi adalah kondisi para pelajar SD yang mau berangkat bersekolah, mereka harus menyeberang sungai. Terkadang saat rakit sedang di seberang dan tak ada pemandunya anak-anak ini pun harus bertarung nyawa berjalan melawan derasnya arus sungai. Demikian dengan hasil pertanian warga harus diangkut lewat rakit sehingga sangat menyulitkan.

Menurut Riski Ramadhan, DPRD dan bupati berkomitmen membangun jembatan gantung agar memudahkan masyarakat di daerah itu untuk menyeberang. Rencana pembangunannya dimulai bulan April 2020 mendatang. "Lewat koordinasi yang dilakukan, PT Telkom menyatakan mau membantu anggaran lewat CSR serta bantuan dari TNI AD. Kalau nanti anggarannya kurang, kita usulkan di P APBD," kata Riski Ramadhan menutup. (T06/T07/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru