Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Pendukung Rusdi Sinuraya Datangi Acara Sertijab Dirut dan Dua Direksi PD Pasar Medan

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 13:55 WIB
695 view
Pendukung Rusdi Sinuraya Datangi Acara Sertijab Dirut dan Dua Direksi PD Pasar Medan
Foto: SIB/Dok
Dijaga Petugas : Acara Sertijab Direksi PD Pasar Kota Medan di Komplek Pasar Petisah mendapat penjagaan dari petugas kepolisian, Selasa (21/1).
Medan (SIB)
Para pedagang pasar tradisional yang disebut-sebut pendukung mantan Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya yang dicopot, mendatangi acara serah terima jabatan (Sertijab) direksi yang dilaksanakan di Kantor PD Pasar, Komplek Pasar Petisah Medan, Selasa (21/1). Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, puluhan polisi disiagakan di lokasi.

Plt Dirut PD Pasar Kota Medan M Nasib yang datang didampingi Plt Direktur Operasional Gelora Kurnia Ginting beserta anggota dewan pengawas sempat bercanda.

"Kami tidak tahu suasananya seperti ini. Kalau tahu, kami siapkan hiburan," ujar Nasib sembari tersenyum.
Diungkapkan, secara pribadi hubungannya dengan Dirut dan dua direktur yang dicopot tidak ada masalah. "Secara profesional, saya harus tetap menjalankan tugas," jelas M Nasib.

Setelah menjelaskan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerjanya, Nasib menjelaskan jabatan Plt Dirut PD Pasar akan dipegangnya hingga Desember 2020 atau sampai pejabat definitif terpilih dan dilantik. Setelah diangkat menjadi Plt Dirut, Nasib harus melepas jabatannya sebagai anggota dewan pengawas.

Sementara, Rusdi Sinuraya mengakui surat pencopotan dirinya baru diterima pada hari Senin (20/1). "Kemarin siang suratnya masuk, hanya berupa petikan bukan surat keputusan. Isinya menyatakan memberhentikan dengan tidak hormat," kata Rusdi.

Meski mengaku masih terkejut dengan keputusan itu, Rusdi dan dua direksi yang diberhentikan sedang memelajari surat tersebut bersama kuasa hukum untuk memastikan apakah masalah itu dilanjutkan ke PTUN atau tidak.

Hal senada disampaikan mantan Direktur Pengembangan PD Pasar Arifin Rambe yang mengaku memertanyakan alasan pemberhentian dirinya. "Apakah dibenarkan melalui secarik kertas bisa menggugurkan jabatan direksi?" tanya Rambe. (M15/q)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru