Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Kondisi Jalan Dusun di Sei Lepan Langkat Sangat Memprihatinkan

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 14:01 WIB
379 view
Kondisi Jalan Dusun di Sei Lepan Langkat Sangat Memprihatinkan
Foto SIB/Lesman Simamora
Memprihatinkan: Salah satu ruas jalan di Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan Langkat, yang kondisinya memprihatinkan, sehingga butuh segera perbaikan. Foto dipetik, Selasa (21/1).
Sei Lepan (SIB)
Kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan di dusun-dusun sentra pertanian di Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat sangat memprihatinkan terutama yang berada di Desa Telaga Said.

Batu koral dan batu kerikil berserakan di badan jalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalulintas khususnya bagi warga pengendara roda dua.

Dampak bebatuan yang berserakan di atas permukaan jalan, selain sulit dilalui kendaraan, juga mengeluarkan debu tebal saat kemarau dan mengakibatkan ruas jalan menjadi licin dan becek ketika musim hujan.

"Sejak Indonesia Merdeka 74 tahun silam hingga saat ini, jalan di beberapa dusun di Desa Telaga Said ini belum pernah diaspal tak obahnya seperti desa yang terisolir," ujar pria mengaku bermarga Ginting yang ditemui SIB baru baru ini di lokasi jalan rusak itu.

Dikatakan, selama puluhan tahun akses jalan penghubung sepanjang belasan kilo meter mulai dari perbatasan Desa Securai Utara Kecamatan Babalan hingga memasuki Desa Telaga Said Kecamatan Sei Lepan Langkat kondisinya rusak parah.

Budi Syah, warga Sei Lepan juga mengatakan jalan penghubung antar Desa Telaga Said dengan Desa Lama Baru hingga ke Desa Lama, Kecamatan Sei Lepan, juga dalam kondisi yang sama sehingga sulit dilalui kendaraan apalagi di saat musim hujan, ucapnya.
"Bagi pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati, jika tidak ingin terjatuh. Kalau musim hujan ada banyak ibu-ibu terpaksa mendorong sepeda motornya karena takut terjatuh, saat melintasi jalan yang licin," sambungnya.

Meski masyarakat setempat telah berinisiatif memerbaiki sendiri jalan itu dengan perkerasan menggunakan dana desa, lanjutnya, namun dana bantuan pemerintah pusat itu tidak cukup untuk memerbaiki jalan secara menyeluruh.

Masih menurut dia, dampak lain yang dirasakan warga yang mayoritas sebagai petani sangat susah mengangkut hasil panen seperti tandan buah sawit untuk dipasarkan ke luar desa mereka.

"Apalagi kalau ada warga yang sakit, susah bagi keluarga membawa pasien ke Puskesmas atau ke rumah sakit karena kondisi jalan rusak apalagi saat musim hujan, bebatuan di permukaan jalan menjadi licin," kata Budi Syah kepada wartawan SIB.
Masyarakat desa meminta Pemkab Langkat agar memerhatikan kondisi jalan tersebut dan membangun jalan yang layak sehingga dapat memajukan ekonomi masyarakat desa. (M25/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru