Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Plt Wali Kota Medan Dukung BMKG Petakan Wilayah Rawan Gempa

Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 10:51 WIB
181 view
Plt Wali Kota Medan Dukung BMKG Petakan Wilayah Rawan Gempa
SIB/Dok
Nyatakan Dukungan : Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyatakan dukungannya terhadap rencana micro zonasi saat menerima audiensi Balai Besar BMKG Wilayah I Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/1).
Medan (SIB)
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mendukung rencana Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan micro zonasi atau survei wilayah rawan bencana terutama gempa bumi, sehingga lokasi titik rawan bencana dapat diketahui dan dilakukan penanggulangannya.

Hal itu disampaikan Akhyar ketika menerima audiensi Balai Besar BMKG Wilayah I Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman Medan, Rabu (22/1). Terlihat hadir bersama Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan: sejumlah perwakilan dari BMKG Pusat.

"Kami menyambut baik rencana ini yang dapat memberi input positif bagi pemerintah, dalam menyikapi bencana yang mungkin terjadi di Kota Medan. Dengan begitu, kita dapat mengantisipasi sekaligus menghindari korban jiwa dan meminimalisir angka kerugian," kata Akhyar.

Diharapkan, survei dan pemetaan wilayah rawan bencana yang rencananya akan dilakukan pada 200 titik di Kota Medan itu dapat segera terlaksana. "Semoga survei ini memberi manfaat signifikan bagi kita semua khususnya pemerintah dalam memberi rasa aman untuk masyarakat," sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan mengatakan, survei yang dinamakan micro zonasi itu bertujuan untuk mengetahui daerah atau zona potensi bencana khususnya gempa bumi. Apalagi, ungkapnya, Kota Medan menjadi pilot project pengerjaan survei dan pemetaan tersebut.

"Hasil kegiatan ini untuk mengetahui daerah mana saja di Kota Medan yang sangat rawan terjadi bencana, khususnya bencana gempa bumi. Inovasi ini menjadi tanggungjawab kami untuk membantu tugas pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya bencana," ucapnya.

Dijelaskan, survei itu akan mulai dilakukan mulai Februari hingga Juli 2020, dengan menggunakan peralatan yang memadai dan mumpuni dalam proses pelaksanaannya. "Nantinya hasil survei yang kita lakukan akan dibahas dalam sebuah seminar dan diserahkan kepada Pemko Medan, sebagai bahan dan pedoman dalam penanggulangan bencana," jelasnya. (M15/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru