Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Nelayan Desak Dinas LH Langkat Tangani Pencemaran Sungai Sei Sirah

* Nelayan Dugaan Pencemaran Akibat Limbah PKS
Redaksi - Minggu, 26 Januari 2020 11:06 WIB
288 view
Nelayan Desak Dinas LH Langkat Tangani Pencemaran  Sungai Sei Sirah
SIB/Lesman Simamora
LIMBAH : limbah cair PKS dengan warna hitam pekat yang keluar dari waduk penampungan limbah melalui pipa saluran dibuang ke parit pembuangan tepatnya di Dsun IV Bukit  Pelita Desa Bukit Selamat Langkat, foto direkam, Rabu (22/1).&nbs
Besitang (SIB)
Beberapa nelayan tradisional desak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat turun langsung ke lapangan terkait dugaan limbah cair dari salah satu PKS yang mencemari air permukaan anak Sungai Sei Sirah tepatnya di Dusun IV Bukit Pelita Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang Kab Langkat.

Anak sungai itu adalah tempat para nelayan untuk mencari biota laut seperti udang, ikan, dan kepiting. Bagi nelayan, sungai ini lapak mencari nafkah secara turun temurun, ujar nelayan, Juliansyah (30), wara Desa Bukit Selamat kepada sejumlah wartawan termasuk SIB, Rabu (22/1).

Belasan tahun belakangan ini katanya air permukaan anak sungai berubah warna menjadi hitam pekat dan menebar aroma tak sedap, selama itu pula hasil tangkapan nelayan di Sungai Sei Sirah jauh menurun.

Dengan kondisi air hitam pekat dan menebar aroma tak sedap, itu mungkin salah satu faktor yang membuat biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting tak dapat bertahan hidup di sepanjang alur sungai ini.

“Sejak PKS dibangun belasan tahun lalu yang disebut-sebut milik oknum pengusaha berdomisili di Medan itu, sungai ini seakan tak bersahabat lagi dengan berbagai jenis biota laut yang mengakibatkan pendapatan nelayan menurun drastis”, sambungnya.

Waduk penampungan limbah cair PKS yang dibangun menggunakan escavator, katanya bersentuhan langsung dengan bibir anak sungai. Bukan tidak mungkin limbah cair dari dalam waduk merembes hingga mengaliri permukaan air anak sungai.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa tanggul waduk limbah cair itu bisa dibangun hingga menyentuh bibir anak sungai, dimana pejabat Dinas Lingkungan Hidup Langkat, ketika oknum pengusaha membangun tanggul tersebut”.

Apakah tanggul waduk (kolam) penampungan limbah cair itu bisa dibangun bersentuhan langsung dengan bibir anak sungai atau tidak, itu harus dijelaskan pejabat instansi terkait kepada nelayan”, terangnya.

Dia meminta agar Dinas LH Langkat turun langsung ke lapangan guna melakukan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), sehingga para nelayan mendapat kepastian terkait dampak yang ditimbulkan limbah PKS tersebut.

"Jangan biarkan para nelayan tradisional di daerah ini menderita akibat dugaan limbah cair PKS mencemari air permukaan Sungai Sei Sirah, itu tempat nelayan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anak isteri sehari-hari," tutupnya.

Usai melakukan pantauan lapangan, wartawan coba menemui pihak manajemen PKS, namun tak ada pihak yang bisa konfirmasi. Menurut salah seorang pria yang mengaku buruh di PKS itu mengatakan, oknum pimpinannya saat itu sedang tidak berada di tempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Langkat, Iskandar Tarigan yang dihubungi SIB, Rabu (22/1), melalui selularnya terkait dugaan pencemaran limbah cair PKS di Dusun IV Bukit Pelita Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang, menyarankan agar dilaporkan ke Dinas LH biar kita tanggapi”, ujarnya singkat melalui SMS. (M25/c)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru