Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Terkait Perbaikan Jalan Pales VII Medan Tuntungan

Paul MA Simanjuntak SH: Pengaspalan Jalan Harus Dibarengi Perbaikan Drainase

Redaksi - Selasa, 28 Januari 2020 11:12 WIB
509 view
Paul MA Simanjuntak SH: Pengaspalan Jalan Harus Dibarengi Perbaikan Drainase
SIB/Dok
TINJAU: Komisi IV DPRD Medan yang dipimpin Ketuanya Paul MA Simanjuntak SH meninjau Jalan Pales VI, Senin (27/1), dimana warganya menolak pengaspalan jalan yang dilakukan pemborong.
Medan (SIB)
Komisi IV DPRD Medan menyesalkan tidak adanya koordinasi pengaspalan jalan dan perbaikan drainase di Jalan Pales VII Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan.

“Pengaspalan jalan yang dilakukan harus dibarengi dengan perbaikan drainase,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH yang turun bersama Dedy Aksyari Nasution, Drs Daniel Pinem, Dame Duma Sari Hutagalung, David Roni Ganda Sinaga SE dan M Rizky Nugraha saat turun ke lokasi, Senin (27/1) didampingi pihak Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas PU di Kecamatan Medan Tuntungan.

Disebutkannya, pengaspalan yang ditolak warga Pales VII saat itu merupakan kelebihan pengaspalan di Pales VI.

Namun melihat kondisi yang ada, Paul menyebutkan, kalaupun diteruskan pengaspalan saat itu, hasilnya pasti tidak akan maksimal mengingat drainase yang ada di sepanjang jalan itu juga tidak bagus. Harusnya pengaspalan jalan berbarengan dengan perbaikan drainase sehingga jalan yang diaspal bisa bertahan lama, ujarnya.

Hal senada diungkapkan Dedy Aksyari Nasution yang menyebutkan, pengaspalan jalan yang dilakukan akhir tahun lalu merupakan kelebihan proyek pengaspalan di Pales VI.

Namun walaupun begitu, kalau melakukan pengaspalan, hendaknya mengikuti tahapan yang seharusnya dilakukan. Seperti pembersihan jalan dari tanah dan sampah lainnya, menimbun jalan yang berlubang dan memberi pelingkut agar aspal bisa lengket benar.

“Nah, sementara itu, pengerjaan yang dilakukan pemborong saat itu, menurut warga tidak sesuai prosedur sehingga dihentikan. Untuk itu diharapkannya agar Dinas PU segera memperbaiki jalan tersebut dengan benar.

Sementara itu salah seorang warga, Luther Sitepu kepada wartawan mengatakan warga pada dasarnya sangat senang jalan mereka diaspal. Karena jalan itu selama ini sudah banyak yang rusak dan berlubang. Saat diinformasikan akan diaspal, warga menyatakan kegembiraannya karena sebentar lagi jalan mereka akan mulus kembali.

Namun kegembiraan warga segera sirna saat jalan mereka mulai diaspal. Pekerjaan pengaspalan sudah dilakukan sepanjang 100 meter. Namun saat pengaspalan, di badan jalan masih dipenuhi tanah sisa galian parit beberapa waktu lalu. Pihak pemborong tidak membersihkan tanah dari badan jalan dan langsung melakukan pengaspalan.

Warga khawatir, jalan tersebut tidak akan bisa bertahan lama karena kalau tanah itu ikut diaspal akan mudah terkelupas. Melihat itu, puluhan warga secara beramai-ramai turun ke jalan melakukan protes atas pekerjaan yang sedang dilakukan.

Karena protes warga tidak diindahkan dan pemborong tetap melakukan pengaspalan di atas badan jalan yang berlapis tanah, warga segera melakukan tindakan dengan mengusir pemborong dari lokasi pengaspalan.

Sebelum pulang, Ketua Komisi IV berharap Dinas PU segera melakukan pengaspalan jalan yang tertunda akibat protes warga itu. Sebelum melakukan pengaspalan, sebaiknya dilakukan perbaikan drainase agar hasilnya maksimal, ujar Bendahara F-PDI Perjuangan itu. (M13/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru