Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Massa Pejuang Anti Omnibus Law Sambangi Polrestabes Medan

Redaksi - Minggu, 25 Oktober 2020 17:52 WIB
427 view
Massa Pejuang Anti Omnibus Law Sambangi Polrestabes Medan
Datuk/detikcom
Massa demo menolak omnibus law di Medan mendatangi kantor polisi.
Medan (SIB)
Puluhan orang pejuang anti Omnibus Law longmarch dari bundaran air mancur Jalan Gatot Subroto menuju Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan guna meminta polisi melepaskan sejumlah rekan mereka yang diamankan, Rabu (21/10) malam.

Pantauan wartawan di lokasi, terlihat puluhan massa aksi yang terdiri dari wanita dan pria duduk di Jalan HM Said Medan. Mereka mengaku akan bertahan sampai kawan mereka dilepaskan. Pihak kepolisian juga membentuk barisan blokade persis di depan Mapolrestabes.

Akibat aksi unjukrasa tersebut, ruas Jalan HM Said untuk sementara tidak dapat dilintasi oleh pengendara.

M Ali Hanafiah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dalam orasinya mengatakan ada 3 orang pengunjukrasa yang diamankan di Sat Reskrim Polrestabes Medan. Mereka sendiri belum mengetahui persis mengapa ketiganya diamankan.

Setelah 30 menit melakukan orasi di depan depan Mapolrestabes, akhirnya 4 orang perwakilan massa aksi diterima dan diizinkan masuk untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus untuk mengetahui penyebab rekan mereka ditangkap.

Hingga berita ini dikirim ke Redaksi sekira pukul 20.00 WIB, keempat perwakilan dari mahasiswa masih melakukan perundingan. Sedangkan wartawan tidak diizinkan masuk ke dalam Mapolrestabes.

Sebelumnya, Rabu kemarin merupakan hari kedua massa pejuang anti Omnibus Law menggelar demonstrasi. Aksi ini diawali bertepatan dengan 1 tahun pemerintahan Jokowi-Ma'aruf Amin, pada Selasa (20/10) dan akan berlanjut hingga Kamis (22/10).

Pada hari pertama, Selasa kemarin, polisi membubarkan paksa seratusan pengunjuk rasa karena telah melewati batas waktu menyampaikan aspirasi yakni pukul 18.00 WIB. Puluhan personel kepolisian yang mengendarai sepedamotor trail meringsek masuk ke arah kerumunan demonstran.(M16/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru