Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

5 Aktivis Berharap Kepala Daerah Buat Shelter Bagi Penderita HIV/AIDS di Medan

Redaksi - Minggu, 25 Oktober 2020 18:47 WIB
501 view
5 Aktivis Berharap Kepala Daerah Buat Shelter Bagi Penderita HIV/AIDS di Medan
Foto Dok/TMK
AUDIENSI: 5 aktivis HIV/AIDS saat audiensi ke Media Center Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Jalan Cik Ditiro, Medan Kota, Minggu (18/10).
Medan (SIB)
Aktivis pengentasan HIV/AIDS Kota Medan mengharapkan kepala daerah ke depan merancang program pembuatan shelter bagi pengidap HIV/AIDS, terutama yang berusia anak-anak (anak dengan HIV/AIDS, disingkat ADHA). Harapan itu disampaikan 5 aktivis HIV/AIDS yaitu Samara Yudha dan Syafrinal (Jaringan Indonesia Positif), Sri Amanah (Medan Plus), Ida Purnama, Nur dan Mimin (Kpema/Kader Peduli Masyarakat).

“Terkait dengan penanganan HIV, harus ada program yang memang bisa diimplementasikan, terutama pengadaan shelter. Lantaran kami kebingungan menampung anak dengan HIV. Mereka biasanya ditinggal, karena orangtua yang sudah meninggal, dan butuh nutrisi yang cukup, susunya saja susu khusus,” kata Yudha dalam audiensi ke Media Center Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Jalan Cik Ditiro, Medan Kota, Minggu (18/10).

Dalam beberapa tahun terakhir, sambung Yudha, sekitar 80 orang ADHA bisa ditangani dengan bantuan dari donatur. “Harapan kita dibuat shelter di Medan. Seperti di Solo yang sudah ada shelternya, tapi bukan punya pemerintah, milik pribadi,” terangnya.

Ketua Kpema Ida Purnama mengakui sejak terjun ke masyarakat 7 tahun lalu, mereka belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah. Padahal, kader yang ada di 21 kecamatan di Medan selalu berada paling depan dalam penanganan kasus TB, gizi buruk dan HIV/AIDS.

“Demi melaksanakan program, sekarang kami menjalankan usaha UMKM, dengan membuat dan menjual cairan cuci piring. Tapi pemasaran terkendala karena belum ada izin produksi, makanya butuh bantuan dari Bang Bobby,” ungkap Ida.

Bobby Nasution mengaku mendapatkan banyak masukan dari pegiat kesehatan, terkhusus yang fokus dengan masalah HIV, ADHA, dan bagaimana UMKM mendukung program penanggulangan HIV. Dia mengaku juga mendapatkan cukup banyak informasi terkait HIV/AIDS dari juru bicara Tim Pemenangannya, Ikhrimah Hamidy, yang merupakan anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

“Memang sejauh ini kita sudah bicarakan terkait pencegahan dan solusi penanganan. Terkait shelter dan nutrisi untuk ADHA ini akan coba kita pelajari. Namun kita sudah membahas soal rumah singgah untuk anak-anak, yang hingga kini belum ada di Medan. Yang penting kita ingin sekali memberantas penyebaran HIV di Kota Medan ini,” ungkapnya dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua Tim Pemenangan, HT Milwan dan Juru bicara Tim Pemenangan, Ikhrimah Hamidy ini.

Menurut dia, harus ada aksi yang dilakukan agar masyarakat tahu masalah HIV/AIDS dan sudah banyak pengidapnya di Medan. Program yang dirancang Bobby dan pendampingnya H. Aulia Rachman adalah memberantas tempat-tempat maksiat, dan penyediaan sudut-sudut literasi bagi kaula muda.

Sebelumnya, aktivis Medan Plus, Sri Amanah menuturkan hingga 25 September 2020 ada sebanyak 4.293 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang didampingi Medan Plus saat ini. Dari jumlah ini, sebanyak 75% atau sebanyak 3.188 merupakan laki-laki dan 1.105 perempuan. Kemudian, ada sebanyak 130 ADHA, yang sebagian besar yatim piatu. (M17/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru