Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

A Rahman Nasution: Angkringan di Kesawan Jangan Jadi Polemik, Tapi Peluang Mendapatkan PAD

Redaksi - Jumat, 30 Oktober 2020 17:19 WIB
333 view
A Rahman Nasution: Angkringan di Kesawan Jangan Jadi Polemik, Tapi Peluang Mendapatkan PAD
Foto Dok/Abdul Rahman Nasution
Abdul Rahman Nasution
Medan (SIB)
Keberadaan angkringan (pedagang makanan yang berada di pinggiran jalan) di sepanjang Jalan Pemuda Kota Medan hendaknya disikapi dengan positif dan jangan dianggap menjadi polemik. Setiap malam, kawasan itu selalu ramai dikunjungi kaum muda dan warga Medan yang ingin menikmati suasana malam.

Jika Pemko bisa melihat potensi yang ada dengan keberadaan angkringan itu, setidaknya bisa dikelola dengan baik dan dapat menjadi salah satu sumber PAD Kota Medan, ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan Abdul Rahman Nasution kepada wartawan, Jumat (23/10), via selularnya menanggapi adanya rencana Satpol PP Kota Medan untuk menertibkan pedagang di kawasan itu dengan alasan menimbulkan titik kemacetan baru.

Pria yang akrab disapa Mance itu menyebutkan, jika Pemko Medan melihat potensi ini, hendaknya dibuatkan regulasi terkait keberadaan angkringan itu. Secara pribadi, ia melihat angkringan itu bisa menambah PAD.

"Harus diatur dalam satu regulasi agar bisa mendapatkan PAD dari sana. Selain itu, perlu ditekankan protokoler kesehatan di kawasan itu senantiasa diterapkan" ujarnya.

Politisi PAN itu berharap, Pemko Medan tidak terburu-buru untuk membubarkan pedagang. Sebab, keberadaan angkringan ini bisa menjadi pilihan warga kelas menengah ke bawah untuk menikmati suasana malam di Medan.

Selain itu, yang mengisi atau berdagang di sana adalah anak muda semua, kaum melenial semua itu. Ke depan kepada siapa lagi kalau tidak kita percayakan kepada kaum milenial itu untuk berkembang dan berusaha untuk masa depannya, tegasnya.

Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, setiap orang dituntut agar lebih kreatif dalam memanfaatkan peluang. Dengan begitu, perekonomian warga bisa tetap berputar.

Dari kacamatanya, diyakini keberadaan angkringan ini bisa menjadi ikon baru Kota Medan di masa depan. "Bagus mereka itu, ke depan ini bisa jadi ikon juga seperti Malioboro di Jogja. Dekat situ juga ada Merdeka Walk, jadi masyarakat bisa pilih, yang menengah ke atas duduknya di Merdeka Walk," ucapnya.

Ditambah lagi, dengan rencana Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang ingin mengembalikan fungsi Lapangan Merdeka menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH), menurutnya justru akan menjadikan angkringan menjadi alternatif, pungkasnya. (M13/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru