Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Alumni SKPP 2020 Berkomitmen Kembangkan Pengawasan Partisipatif

Redaksi - Sabtu, 31 Oktober 2020 13:19 WIB
966 view
Alumni SKPP 2020 Berkomitmen Kembangkan Pengawasan Partisipatif
Foto SIB/humas Bawaslu Sumut
Pelatihan: Para peserta SKPP 2020 sedang mengikuti kegiatan pelatihan dan pendidikan kader pengawas di Hotel Brastagi, kemarin.
Medan (SIB)
Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif menyatakan kesiapannya menyebarluaskan pengawasan pemilihan (pemilu dan pemilihan kepala daerah) ke masyarakat. Hal itu dikatakan Muhammad Isnen Harahap, salah satu peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) 2020 dalam rilis yang diterima SIB, Jumat (30/10).

“Kami kader pengawas parstisipatif berjanji, akan melaksanakan pengawasan partisipatif ke tengah masyarakat,” katanya sembari mengatakan pembacaan ikrar tersebut diikuti 25 peserta lainnya secara serentak, di Berastagi, Rabu (28/10).

Ikrar itu disampaikan 26 orang peserta SKPP tahun 2020 dalam acara malam renungan, yang merupakan rangkaian pendidikan dan pelatihan bagi kader pengawas yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Sumut, selama 4 hari, tanggal 25 sampai 28 Oktober 2020 di Hotel Sibayak Berastagi.

Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengatakan SKPP tahun 2020 merupakan program pengembangan pengawasan partisipatif di masyarakat. Target terdekat, pengawasan tahapan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. “Kami (Bawaslu) berharap para peserta menjadi mata dan telinga pengawas pemilihan,” katanya.

Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang sebagai penanggungjawab kegiatan menyebutkan, SKPP tahun 2020 dengan metoda tatap muka merupakan lanjutan dari SKPP yag sudah dilaksanakan dengan metode dalam jaringan (Daring). Dalam 4 hari peserta mendapatkan materi dari para narasumber eksternal dan internal Bawaslu Sumut.

Adapun materi pada pendidikan dan pelatihan disampaikan akademisi dan praktisi. Materi pembangunan karakter disampaikan Dimpos Manalu, Sistem Politik dan Pemerintahan oleh Faisal Mahrawa, analisis sosial oleh Faisal Riza dan Penyusunan Rencana Tindaklanjut Berupa Avokasi dan Publikasi oleh Truly Purba.

Sedangkan materi mengenai Pengawasan disampaikan Ketua dan Anggota Bawaslu Sumut. Materi Sejarah Pengawas Pemilu disampaikan Johan Alamsyah, Penyelenggara Pemilu disampaikan Agus Salam Nasution dan Pengawas Partisipatif oleh Suhadi Sukendar Situmorang. Selanjutnya, materi mengenai Tata Cara Penanganan Pelanggaran disampaikan Syafrida R Rasahan, Mekanisme Penanganan Sengketa oleh Hardi Munthe, Regulasi Tahapan Pemilu oleh Henry Sitinjak dan Kehumasan oleh Marwan.

Bawaslu Sumut sebagai penyelenggara juga menerapkan pree test sebelum materi disampaikan dan postes pada akhir sesi. Secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. “Semua materi yang diuji melalui pree test dan post test menunjukkan hasil dengan grafik naik,” katanya.

Kepala Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga Suryanti Lubis menyebutkan para peserta merupakan perwakilan dari 26 kabupaten/kota di Sumut, yakni dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Padanglawas, Padanglawas Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah,Tapanuli Utara, Toba. Selanjutnya dari Kota Binjai, Medan, Padang-sidempuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai dan Tebingtinggi.

“Peserta sudah membuat program kerja untuk daerah masing-masing. Mereka akan dibimbing oleh Bawaslu kabupaten/kota masig -masing,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dimpos Manalu menilai bahwa pendidikan kader pengawas merupakan kegiatan yang visioner. “Kita tidak melihat hasilnya besok, tetapi bagaimana lima sampai sepuluh tahun ke depan. Saya sampai bertanya tanya, siapa yang merancang pelatihan seperti ini. sangat baik,” kata Dimpos. (M14/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru