Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

DPRD SU: Stok Daging Babi di Sumut Menipis, Harganya Melonjak Rp 100 Ribu/Kg

* Pengusaha BPK Terpaksa Datangkan Daging Babi dari Kalimantan, Pelembang dan Lampung
Redaksi - Minggu, 01 November 2020 18:30 WIB
572 view
DPRD SU: Stok Daging Babi di Sumut Menipis, Harganya Melonjak Rp 100 Ribu/Kg
Foto Dok
Salmon Sumihar Sagala
Medan (SIB)
Anggota DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala menerima keluhan para pedagang BPK (Babi Panggang Karo) di Medan dan Karo terkait menipisnya stok daging babi di Sumut, sehingga harga daging binatang berkaki empat ini melonjak naik di pasaran dari Rp65.000/Kg menjadi Rp100 ribu/Kg.

"Berdasarkan pengaduan yang kita terima dari para pengusaha BPK, harga daging babi di tingkat pengecer kini terjadi kenaikan Rp100 ribu/Kg," ujar Salmon Sumihar Sagala kepada wartawan, Sabtu (31/10) melalui telepon seusai menerima keluhan para pedagang BPK di Medan.

Naiknya harga daging babi ini, menurut politisi PDI Perjuangan ini, diakibatkan stok daging babi di Medan sudah menipus, sehingga para pengusaha BPK terpaksa mendatangkan bahan baku daging babi dari Kalimantan, Palembang dan Lampung, guna memenuhi kebutuhan kulinernya.

"Dengan naiknya harga daging babi ini, tentu para pengusaha BPK akan menaikkan tarif makan di tempat usaha mereka masing-masing," ujar Salmon Sagala sembari menambahkan, para pedagang BPK mengaku menaikkan tarif makan tidak bisa dihindari, demi keberlangsungan usaha mereka.

Seperti diketahui, ujar Salmon, saat ini para pengusaha BPK sudah berangsur menaikkan tarif makanannya mencapai 10 - 20 persen. Memang tidak seimbang dengan kenaikan harga bahan baku daging berkisar 65 persen, sehingga banyak pengusaha kuliner terancam gulung tikar.

"Sebagai pengusaha kuliner, mereka tidak tau harus berbuat apa lagi selain tetap mempertahankan usahanya, walaupun banyak sekali rintangan yang dihadapi, termasuk masalah krisis ekonomi, sejak merebaknya kolera babi dan dilanjutkan dengan pandemi Covid-19 melanda dunia," ujar anggota Komisi B ini.

Berkaitan dengan itu, tandas anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, pihaknya mendesak Gubernur Sumut cq Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut untuk segera mengatasi minimnya stok daging babi di Sumut dengan memasok dari berbagai daerah.

"Begitu juga para peternak babi di Sumut agar tidak menjual daging babinya ke luar provinsi, sebelum memenuhi kebutuhan daging babi di daerah ini, guna menyelamatkan pengusaha BPK di Sumut," ujar Salmon Sagala.(M03/c).

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru