Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Pergantian Tahun Sepi, Tapi Masih Ada Kembang Api dalam Semarak Pribadi

Redaksi - Senin, 04 Januari 2021 17:30 WIB
503 view
Pergantian Tahun Sepi, Tapi Masih Ada Kembang Api dalam Semarak Pribadi
www.antaranews.com
Pesta kembang api di Ancol 
Medan (SIB)
Situasi dan suasana pergantian tahun di mayoritas tempat daerah ini benar-benar sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain karena wabah pandemi Covid-19 yang masih melanda dengan ekspansi varian baru, juga karena krisis ekonomi akibat dampak pandemi itu sendiri.

Fakta sepi dan hening itu antara lain berupa tiadanya pesta kembang api, parade terompet, konvoi massa, acara-acara old and new di hotel-hotel atau kafe-kafe hingga warung tegal di desa-desa dan sebagainya seperti tradisi atau seremoni tahun-tahun lalu.

"Dibanding tahun-tahun sebelumnya, situasi dan suasana pergantian tahun dari 2020 ke 2021 ini benar-benar sepi, dan ini juga terjadi di seluruh daerah di Indonesia bahkan di mayoritas negara di dunia. Tapi satu hal yang sangat kita syukuri adalah masih ada semangat dan harapan melalui gerakan dan semarak pribadi. Masih ada anak-anak yang bisa beli dan main kembang api walau para orangtuanya sedang dilanda resesi ekonomi akibat pandemi," ujar Captain Tagor Aruan, Ketua Umum Asosiasi Independen Surveyor Indonesia (AISI), selaku warga Kota Medan, kepada SIB, Sabtu (2/1).

Melalui hubungan seluler sembari berkisah tentang kondisinya yang baru sembuh dari 'paparan' Covid-19 baru-baru ini, selama 28 hari di 3 RSU di Medan, seperti yang dialami juga oleh rekannya sesama pengurus Komite Independen Batak (KIB) Eddin Sihaloho, Tagor yang juga Ketua Umum KIB itu mengaku pihaknya bersama keluarga hanya melakukan acara dan renungan pribadi di rumah ketika menyambut pergantian tahun 2020-2021, sambil sesekali melihat situasi sekitar kompleks pemukimannya dari teras rumah di kawasan Titipapan Jalan Gatot Subroto.

Melalui hubungan seluler juga, situasi pergantian tahun yang tampak sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya, diutarakan Juliski Simorangkir yang sedang mudik di kampung halamannya di Tarutung, Tapanuli Utara. Hal yang sama juga disebutkan Justan Manurung, seorang perangkat kelurahan di Desa Aeknatolu Kecamatan Lumbanjulu Kabupaten Toba (eks Tobasa).

"Tapi kita bersyukur karena gereja-gereja masih berisi dengan kumandang kidung pujian. Masih ada lilin menyala, masih ada anak-anak main kembang api kecil. Semua itu menunjukkan masih ada semangat dan harapan besar di tengah-tengah pembatasan prokes ini," ujar Juliski optimis.

Di sekitar Kota Medan sendiri, suasana sepi-hening jelang dan pergantian tahun tampak di sentra-sentra publik seperti hotel-hotel, plaza, pentas umum, kafe-kafe 'Nobar' dan sebagainya. Tapi keesokan harinya pada 1 Januari 2021, suasana agak berubah dengan adanya semarak pribadi warga berupa rekreasi keluarga ke plaza, berkunjung ke rumah famili, atau hanya berkeliling kota.

"Semarak pribadi yang agak menyolok bahkan terkesan tidak berlaku atau tak peduli prokes, terjadi di toko-toko roti dan sejumkah toko swalayan pada Kamis sore jelang malam 31 Desember. Orang-orang lintas agama tampak padat dan antre beli roti. Memang antriannya tak sampai lama karena rata-rata hanya belanja secara partai (porsi) minimal untuk acara keluarga atau pribadi saja untuk pergantian tahun. Dan satu hal lagi, dalam perjalanan pergi dan pulang Medan-Binjai pada 1 Januari, nyaris tak ada lagi orang yang pakai masker di sepanjang jalan itu," ujar Amri Husni Nasution, seorang warga di Bumi Tuntungan kepada SIB, Sabtu (2/1).

Suasana sepi di Kota Medan sekitarnya juga dikarenakan para warga memilih piknik atau rekreasi ke objek-objek wisata terdekat seperti Berastagi, Sibolangit dan taman rekreasi lainnya.

"Situasi pergantian tahun memang tampak sepi tahun ini, tapi khusus di sektor wisata terasa agak lumayan dibanding pekan-pekan sebelumnya walau tidak seramai pergantian tahun pada tahun lalu. Beberapa kamar hotel memang terisi tapi lebih banyak yang pulang-pergi sehingga jalan sepanjang Medan-Berastagi (PP) mulai tanggal 31 kemarin tampak macet namun lancar," ujar Dickson Pelawi, Ketua PHRI Tanahkaro dan Pdt Masada Sinukaban pemerhati lingkungan dan wisata Karo, masing-masing melalui WA pada Sabtu-Minggu (1-2/1) kemarin. (M04/c)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok