Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026
Timbulkan Banjir dan Satu Gang Hilang

Pembangunan Apartemen Mansyur Residence Diprotes Warga

* DPRD Medan akan Bawa ke RDP
Redaksi - Jumat, 29 Januari 2021 14:07 WIB
2.303 view
Pembangunan Apartemen Mansyur Residence Diprotes Warga
(Foto SIB/Horas Pasaribu)
TINJAU: Anggota DPRD Medan Komisi IV, Antonius Tumanggor dan Edwin Sugesti meninjau bangunan apartemen Mansyur Residence di Jalan Dr Mansyur yang diprotes warga karena mengakibatkan banjir, Selasa (26/1). 
Medan (SIB)
Anggota DPRD Medan Antonius D Tumanggor S Sos meminta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) dan BPN Kota Medan mengukur ulang luas bangunan apartemen Mansyur Residence, Jalan Dr Mansyur Kecamatan Medan Sunggal.

Pasalnya, ada pengaduan masyarakat atas nama Ny Manurung boru Nainggolan yang mempermasahkan luas tanah apartemen tidak sesuai dengan Garis Sepadan Bangunan (GSB). Hal itu terungkap pada kunjungan Komisi IV DPRD Medan terdiri dari Antonius Devolis Tumanggor dan Edwin Sugesti bersama staf Komisi IV, Selasa (26/1) di lokasi tersebut.

Salah seorang warga, Indra Manurung juga ikut memprotes kehadiran apartemen Mansyur Residence yang mengakibatkan pemukiman warga tergenang akibat bangunan tersebut jika hujan turun. Dia mengungkapkan, pekarangan apartemen lebih tinggi dari pekarangan warga sehingga air hujan menggenangi rumah mereka.

"Lihat saja, pihak apartemen saja membentengi parkir basement dengan tembok karena air hujan masuk dan menggenangi perparkiran. Pihak pengembang meninggikan pekarangan apartemen lalu menembok lokasi parkir, lalu kami yang kebanjiran," jelas Indra di hadapan anggota dewan dan pihak manajemen Mansyur Residence Devi Piliang.

Selain itu, kata Indra, pihak residence telah menyerobot gang Melati. Gang tersebut sudah hilang karena sudah menjadi bagian dari pembangunan apartemen. Sementara itu, Devi selaku Humas Mansyur Residence, langsung menemani rombongan Komisi IV berkeliling melihat lokasi yang dipermasalahkan masyarakat.

Karena permasalahan tersebut begitu kompleks, maka Komisi IV akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP). Kami akan memanggil Dinas PKP2R, Satpol PP dan BPN Medan serta mengundang warga sekitar yang ikut dirugikan. "Terlebih kami dari Fraksi Nasdem sedang giat-giatnya menyosialisasikan patuh IMB kepada seluruh masyarat," pungkasnya. (M10/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru