Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 04 April 2026

Kadisdik Sumut Geram Sikapi Ulah Pelajar Konvoi

Redaksi - Minggu, 20 Agustus 2023 16:52 WIB
434 view
Kadisdik Sumut Geram Sikapi Ulah Pelajar Konvoi
Foto: Dok/Disdik
ARAHAN: Kadis Pendidikan Sumut Dr Asren Nasution saat memberi pengarahan pada rapat yang diadakan, Jumat (18/8).
Medan (SIB)
Adanya pemberitaan melalui media online dan media cetak terkait puluhan pelajar diamankan oleh polisi karena melakukan konvoi dan diduga merupakan geng motor usai upacara HUT ke 78 RI, membuat Kadis Pendidikan Sumut Dr Asren Nasution geram.

Berdasarkan pemberitaan itu pula, Jumat (18/8) Kadis Pendidikan memerintahkan Kacabdis Wilayah I August Sinaga SPd. SST, MAP mengundang seluruh perwakilan SMA/SMK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, komite sekolah, tokoh agama dan masyarakat se-wilayah I untuk menggelar rapat koordinasi. Rapat diadakan di Aula SMK I Percutseituan , dari jam 08.00 - 12.00 WIB.

Rapat tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan Sumut Dr Asren Nasution dan rapat dipimpin Kacabdis Wilayah I kasi SMA Oloan Nasution dan Kasi SMK Cabdis Wilayah I Ibnu Sina.

Hasil rapat tersebut langsung disebarluaskan August Sinaga kepada seluruh satuan pendidikan, tokoh agama/ masyarakat termasuk kepada media yang diterima Sabtu ( 19/8).

Beberapa catatan penting hasil rapat disebut, Kepala Dinas Pendidikan Dr Asren menyerukan, satuan pendidikan mengaktifkan unit Humas untuk dapat menyampaikan data dan fakta yang terjadi kepada masyarakat.

"Hal ini penting agar setiap kejadian dapat diinformasikan dengan cepat kepada masyarakat," kata Asren.

Kedua, membentuk sekaligus mengaktifkan kelas parenting, agar komunikasi antara orangtua dan sekolah dapat cepat ditanggapi.

Ketiga, membuat jadwal pembina apel setiap upacara nasional pada hari Senin dengan melibatkan komite, Babinsa.

Bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan masyarakat.

Keempat, melakukan razia hp dan tas peserta didik secara acak, mendata peserta didik yang jarang masuk, bolos dan bermasalah serta mengundang orangtua peserta didik, memberikan sanksi kepada peserta didik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Kelima, membentuk forum komunikasi antar siswa melalui kegiatan kemah profil pelajar Pancasila dengan melakukan program pembinaan bagi peserta didik melalui tokoh masyarakat dan agama, komite Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Keenam, merazia kenderaan yang tidak memenuhi standar dan menertibkan peserta didik yang belum memiliki SIM C dan berkoordinasi dengan tempat -tempat parkir yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Para siswa dilarang kumpul-kumpul di parkiran.

Pada kesempatan itu Kadis menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada peserta rapat atas waktu yang diberikan menghadiri rapat koordinasi tersebut.

Ia menegaskan, rapat ini sangat urgen untuk bersinergi mencegah adanya kenakalan peserta didik yang sangat meresahkan masyarakat.

Asren juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada polisi ,TNI dan tokoh masyarakat dan agama serta seluruh masyarakat yang telah mendukung untuk menertibkan peserta didik yang telah melakukan hal-hal yang meresahkan di tengah-tengah masyarakat.

Seperti diketahui dampak negatif fenomena geng motor tersebut antara lain bisa menimbulkan konflik sosial dan mengganggu ketenteraman.

Menjawab wartawan, sanksi yang mungkin dikenakan pada siswa yang tetap membandel ikut geng motor, August Sinaga mengatakan, kalau sudah ditangani polisi dan ada unsur pidana dan diproses hukum , maka pihak sekolah akan mengeluarkan anak tersebut .

Bila warga melihat siswa nakal , maka boleh melapor ke APH (aparat penegak hukum) dan pihak sekolah .(A2/c)


Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru