Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Kolam Retensi USU dan Pembangunan Pipa di Sunggal Bisa Atasi Banjir

Redaksi - Senin, 11 Desember 2023 17:01 WIB
307 view
Kolam Retensi USU dan Pembangunan Pipa di Sunggal Bisa Atasi Banjir
Foto: SIB/Horas Pasaribu
RESES: Anggota DPRD Medan Johannes H Hutagalung ketika melaksanakan Reses masa Sidang III tahun 2023, Minggu (10/12) di Jalan Pesantrens Kecamatan Medan Sunggal. 
Medan (SIB)
Anggota DPRD Medan Johannes Haratua Hutagalung SSos meminta Pemko Medan segera mempercepat pengerjaan pembuatan kolam retensi USU dan saluran pipa besar untuk pembuangan air di Jalan Sunggal. Pasalnya, kawasan Medan Selayang dan Sunggal masih banjir jika hujan deras turun, sedangkan dua pembangunan pembuangan air tersebut disebut-sebut solusi mengatasi banjir.

Permintaan tersebut disampaikan Johannes Hutagalung ketika melaksanakan reses tahun sidang III tahun 2023, Minggu (10/12) di Jalan Pesantren Kecamatan Medan Sunggal. Hal itu diungkapkan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi keluhan Johan Maruli Tua Sihotang, warga Jalan Sembada Koserna yang hadir pada reses tersebut.

Johan pada reses tersebut mengemukakan, Jalan Sembada tepatnya di kawasan Gereja GKPI Koserna masih menjadi kawasan rawan banjir. Kalau hujan deras air menggenangi jalan sampai-sampai memasuki gereja. “Kami harus menguras air dari dalam gereja jika banjir, meski di pintu gerbang sudah kami buat gundukan semen yang tinggi tapi banjir tetap menembus gereja,” ucap Johan.

Menanggapi hal itu, Johannes mengungkapkan tujuan Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bida Konstruksi (SDAMBK) membangun kolam retensi USU untuk mengatasi banjir di kawasan Medan Selayang sekitarnya. Sedangkan penanaman pipa besar di Jalan Sunggal untuk mengatasi banjir di kawasan Medan Sunggal. Karena pipa besar tersebut akan mengalirkan air ke sungai besar.

Namun sekarang ini, kata Johannes, curah hujan yang cenderung tinggi di Kota Medan membuat kawasan Medan Selayang, Padangbulan sekitarnya dan Sunggal jadi banjir. Terlebih lagi di kawasan Kompleks Taman Setia Budi Indah II, genangan air bisa sampai sedada orang dewasa dan menggenangi jalan Ringroad/Gagak Hitam.

“Jika Jalan Gagak Hitam banjir, warga bingung mau lewat dari mana, jika memutar dari Jalan Tapian Nauli menuju Jalan Sunggal tentu tidak bisa. Karena jalan tersebut mulai dari PDAM Tirtanadi jalan ditutup untuk pembangunan penanaman pipa besar. Ini sungguh menjadi dilema, karena pengguna jalan harus memutar-mutar mencari jalan alternatif yang lebih aman,” terang Johannes.

Dia berharap Pemko Medan segera meningkatkan progres pengerjaan kedua proyek tersebut yang sekarang sudah mencapai 70 persen. Jika sudah selesai, Dinas SDAMBK akan bisa mengukur, berapa persen air bisa diserap ke dalam kedua pembuangan tersebut. “Kita mau melihat, efektif atau tidak pembangunan kolam retensi dan pipa pembuangan air di Sunggal, semoga bisa mengatasi banjir,” harapnya.

Turut hadir dalam reses tersebut Budi Hamdani dari Dinas Perhubungan, Didik Ali Saputra dari Dinas Sosial (Pendamping PKH), Hendar Harahap dari Dinas Lingkungan Hidup, Lambok Tamba dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Iirwan Saputra Siregar dari Dinas SDAMBK dan lainnya. (**)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat