Lubukpakam (SIB)
Ribuan umat Kristen dari berbagai dedominasi gereja menghadiri perayaan Natal Oikumene Deliserdang dan Festival Paduan Suara Gerejawi (FPSG) ke-43 di Convention Hall, depan Kantor Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Sabtu (9/12). Persembahan saat ibadah Natal sebesar Rp17.700.000 disumbangkan ke keluarga korban bencana alam banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Natal tersebut bertema “Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi” (Lukas 2:14) dan Sub tema: “Natal mengajak umat Kristen memuliakan Tuhan melalui hidup damai untuk mewujudkan masyarakat Deliserdang yang maju, sejahtera, religius dan rukun dalam kebhinekaan”.
Sebelum ibadah, dilaksanakan prosesi dipimpin Pendeta Dr Sukanto Limbong (Ketua STT HKBP P Siantar) yang sekaligus sebagai pengkotbah, diikuti Ketua Umum Panitia Janso Sipahutar ST MT, Sekretaris Umum Sandra Dewi Situmorang SSTP MSi, Ketua BKAG Deliserdang Pdt Horas YM Purba, Bimas Kristen Deliserdang Janji H Sinambela dan para pendeta serta panitia lainnya.
Perayaan itu penuh hikmat dengan persembahan lagu pujian dan seruan ucapan syukur, kemudian liturgi dari jemaat denominasi gereja dan liturgi ragam profesi. Paduan suara, pujian dari para kepala dinas dan camat serta keluarga. Penyalaan lilin serta liturgi dari para pendeta denominasi gereja.
Dalam kotbahnya, Pdt Sukanto mengajak jemaat dan pendeta yang hadir menghayati tema perayaan, sebab menurut dia, damai sukacita awalnya harus dibangun dalam rumah tangga masing-masing. Dengan demikian, dalam kehidupan sehari-hari bila ada jemaat yang dijelek-jelekkan, diomelin (bahan gosipan) bahkan dijatuhkan, tetap harus menjaga sukacita.
"Sukacita harus dijaga, belajar dari Maria (ibu Yesus -red) gadis desa. Bicara kata sukacita itu yang buat dunia berbeda, hai dunia bersoraklah. Gak ada alasan lain, kita harus bersukacita, karena Imanuel berkemah di tengah-tengah kita. Jaga sukacita, banyak pegawai kalau diomelin langsung lebai berdoa, namun harus bertanggungjawab dan berkomitmen untuk melakukan terbaik," ajak pendeta tersebut.
Usai ibadah, rombongan Bupati Deliserdang HMA Yusuf Siregar bersama Ketua TP PKK Hj Sri Pepeni Yusuf, Kapolresta Deliserdang AKBP Raphael SC Priambodo, Kasdim 0204/DS Mayor Czi RM Panjaitan dan mewakili Forkopimda lainnya, Ketua FKUB Deliserdang H Waluyo serta tokoh masyarakat Deliserdang H Ashari Tambunan bersama istri menghadiri lokasi perayaan Natal.
Yusuf Siregar dalam sambutannya merasa gembira hadir di acara Natal yang diselenggarakan semangat kebersamaan dan kekompakan semua. Menurut dia, Natal momen penting bagi umat Nasrani, yaitu keselamatan. "Jadi wajib dipelihara. Suasana Natal sukacita ini harus membekas bagi semua umat untuk saling kasih mengasihi. Natal bukan tradisi semata, namun pengakuan iman atas kelahiran Mesias. Semangat merayakan Natal harus terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depan, untuk meningkatkan sinergitas Pemkab Deliserdang untuk wujudkan visi," ajak Yusuf.
Sementara Janso Sipahutar melaporkan dasar Natal Oikumene yaitu SK Bupati Deliserdang dengan tujuan meningkatkan iman umat Kristen berprilaku firman Tuhan, berbagi kasih, mendorong masyarakat religius dan bersatu dalam kebhinekaan. Pendanaan didukung APBD Deliserdang dan sumbangan swasta tidak mengikat.
“Diperkirakan dua ribuan lebih jemaat yang hadir dari berbagai denominasi gereja dari 22 kecamatan di Deliserdang. Panitia sebelumnya sudah mengunjungi beberapa panti asuhan yang dikelola saudara yang Muslim dan Nasrani untuk berbagai kasih. Kemudian memberikan bantuan ke beberapa tukang becak, orang jompo, membantu jemaat untuk kepengurusan kependudukan dan catatan sipil seperti akta kelahiran dan akta nikah serta lainnya," terang Janso yang merupakan Kadis SDABMBK Deliserdang tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa hasil persembahan ibadah Natal disumbangkan seluruhnya kepada keluarga korban banjir bandang dan longsor di Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja. Sebab menurut dia, berbagi kasih di momen Natal terutama yang mengalami bencana alam akan sangat membantu meringankan beban keluarga korban.
Selanjutnya Waluyo dalam sambutannya menjabarkan tentang kerukunan umat beragama. Kemudian sambutan dari Pdt Horas tentang badan kerjasama antar gereja. Acara diselingi hiburan artis Osen Hutasoit dan Roison Surbakti, Permata Trio dan Duo Mokmok yang sangat menghibur ribuan jemaat dan tamu undangan.
Kemudian, Seksi Perlombaan, Rutina Tambunan mengumumkan para juara untuk 6 kategori. Paduan Suara Dewasa Campuran Kelompok A Juara 1 Kecamatan Lubukpakam, juara 2 Tanjungmorawa. Kelompok B Juara 1 Namorambe, Juara 2 Kutalimbaru dan Juara 3 Beringin
Paduan Suara Remaja Pemuda Kelompok A
Juara 1 Lubukpakam, Juara 2 Tanjungmorawa. Kelompok B juara 1 Namorambe, juara 2 Bangunpurba. Paduan Suara Pria juara 1 Lubukpakam, juara 2 Namorambe, juara 3 Pantailabu.
Paduan Suara Wanita Kelompok A juara 1 Tanjungmorawa, juara 2 Lubukpakam. Kelompok B juara 1 Labuhandeli, juara 2 Patumbak, juara 3 Beringin. Vocal Solo Remaja Kelompok A juara 1 Batangkuis, juara 2 Percut Seituan, juara 3 Lubukpakam. Kelompok B juara 1 Delitua, juara 2 Pantailabu, juara 3 Labuhandeli. Vocal Solo Dewasa Kelompok A juara 1 Tanjungmorawa, juara 2 Sunggal, juara 3 Lubukpakam. Kelompok B juara 1 Labuhandeli, juara 2 Patumbak dan juara 3 STM Hilir.
Pada kesempatan itu perwakilan juara mendapat piala dari Bupati Deliserdang dan sebagai juara umum yaitu Lubukpakam dimana piala bergilir langsung diserahkan Bupati Deliserdang ke Camat Lubukpakam, Drs Syahdin Setia Budi Pane.(**)