Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 28 April 2026

Pemkab Deliserdang Targetkan Capaian Terbaik Penilaian Kinerja Stunting

Redaksi - Kamis, 14 Desember 2023 12:28 WIB
281 view
Pemkab Deliserdang Targetkan Capaian Terbaik Penilaian Kinerja Stunting
Foto: Dok/Diskominfo Deliserdang
FOTO BERSAMA: Asisten I Setdakab Deliserdang Citra E Capah dan Kadis P3AP2KB Miska Gewasari foto bersama perwakilan BKKBN Sumut, M Yusuf Nasution S Farm dan lainnya di Beringin, Rabu (13/12). 
Lubukpakam (SIB)
Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Citra Efendi Capah menyampaikan pada tahun 2021, Kabupaten Deliserdang menjadi kabupaten terbaik pertama penurunan angka stunting. Sedangkan di tahun 2022, menjadi terbaik ketiga dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

"Mengingat waktu yang sudah di penghujung tahun, kita sedang menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, di mana angka prevalensi stunting kabupaten/kota akan diumumkan secara nasional. Ini juga menjadi perhatian kita. Mudah-mudahan hasil SKI yang akan diumumkan sesuai dengan yang kita harapkan," ujar Citra pada Review Kinerja Tahunan Aksi Konvergensi Stunting Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Beringin, Rabu (13/12).

Dijelaskan Asisten I, mewujudkan generasi emas tahun 2045 merupakan visi Indonesia pada usianya yang ke-100 tahun. Diharapkan, Indonesia bisa memanfaatkan peluang bonus demografi dengan tersedianya sumber daya manusia (SDM) berkualitas, yakni SDM yang sehat, cerdas, kreatif dan berdaya saing. Kunci utama dalam mewujudkan mimpi tersebut terletak pada penyiapan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (P3AP2KB), Miska Gewasari dalam laporannya menuturkan, salah satu tantangan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas adalah stunting.Stunting merupakan gagal tumbuh dan berkembang anak akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dan dampak jangka pendek stunting adalah terganggunya perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik serta gangguan metabolisme.

Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan perkembangan kognitif otak anak, kesulitan belajar kekebalan tubuh yang lemah sehingga serta mudah sakit dan berisiko tinggi, munculnya penyakit metabole, bahkan ketika dewasa akan memiliki tubuh pendek, serta tidak memiliki daya saing di dalam dunia kerja."Stunting merupakan ancaman utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas," sebut Miska.

Acara tersebut dirangkai dengan pemberian bantuan stunting dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kepada 25 anak stunting, serta penyerahan Bantuan Bina Keluarga Balita (BKB) Kit Stunting kepada Desa Locus Stunting tahun 2023, Desa Pagar Jati, Desa Pagar Merbau III, Pantai Labu Pekan, Palu Sibaji, Tumpatan dan Pasar 6 Kualanamu.(**)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

PGN Jaga Kinerja Solid di Q1-2026

Jakarta(harianSIB.com)PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat laba periode berjalan yang dapat diat