Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 27 Juli 2026

Mahasiswa Demo Pj Bupati Deliserdang Soal LHKPN

Wiriya: Sudah Kita Jawab Jujur dan Bersumpah
Jekson Turnip - Rabu, 03 Juli 2024 16:31 WIB
490 view
Mahasiswa Demo Pj Bupati Deliserdang Soal LHKPN
Foto: SIB/Jekson Turnip
DEMO: Sejumlah mahasiswa mendemo Pj Bupati Deliserdang soal LHKPN di Lubukpakam, Rabu (3/7/2024).
Lubukpakam (harianSIB.com)
Massa aliansi mahasiswa pemerhati hukum (AMPH) mendemo Pj Bupati Deliserdang Wiriya Alrahman soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sejak menjabat Sekda Medan ke Kantor Bupati Deliserdang di Lubukpakam, Rabu (3/7/2024). Mahasiswa mencurigai LHKPN Wiriya dengan penambahan harta kekayaan setiap tahun.

Direktur Eksekutif AMPH, Muhammad Liputra saat orasi menyampaikan Wiriya Alrahman memiliki rekam jejak kekayaan yang patut dicurigai.

Dalam catatan mereka, saat menjabat Kepala Bappeda Medan tahun 2016 Wiriya memiliki kekayaan sekitar Rp4,8 miliar. Kemudian saat LHKPN jabatan Sekda Medan tahun 2022 bertambah menjadi Rp16 miliar lebih.


"Selain itu Wiriya juga tidak melaporkan alat transportasi dan mesin dalam LHKPN nya," tulis mereka dalam kertas saat orasi.

Mereka melakukan aksi damai dengan membentangkan beberapa poster dan juga pengeras suara. Awalnya Inspektur Deliserdang Edwin Nasution dan Kasatpol PP Deliserdang Marjuki yang akan memberikan penjelasan kepada massa.

Namun setelah berkordinasi dengan Pj Bupati Deliserdang, Edwin Nasution mempersilahkan pihak mahasiswa mengutus 3 perwakilan untuk bertemu langsung. "Bapak Pj Bupati Deliserdang yang akan menjelaskan langsung maka perwakilan mahasiswa kami batasi hanya 3 orang yang bisa menyampaikan aspirasinya," katanya.

JELASKAN: Pj Bupati Deliserdang Wiriya Alrahman didampingi Inspektur Edwin Nasution dan lainnya menjelaskan ke wartawan soal LHKPN di Lubukpakam, Rabu (3/7/2024).(Foto SIB/Jekson Turnip)

Pj Bupati Deliserdang didampingi Inspektur dan Kasatpol PP bertemu dengan perwakilan mahasiswa di ruang tertutup. Berkisar kurang lebih 15 menit, tampak perwakilan mahasiswa keluar ruangan dengan tergesa-gesa.

Wiriya Alrahman saat diwawancarai mengatakan, sebagai Pj Bupati dan unsur pemerintahan kalau masyarakat menyampaikan aspirasi tentu tidak akan keberatan. Namun dengan cara yang benar dan juga harus cek ricek dulu jangan sesuka hati.

"Kalau ada unsur masyarakat (demo) bertanya kita jawab. Sudah kita jawab dengan jujur dan pakai sistem bersumpah secara agama pun, mereka tidak mau percaya, jadi mau apa lagi," katanya sambil menyatakan rasa heran dia yang melihat mahasiswa tersebut keluar dari ruangan yang kurang menerima penjelasannya.

Soal penambahan harta di LHKPN, ia menanggapi bahwa semua masyarakat bisa melihat langsung. "Bisa dibuka di LHKPN dari mana bertambahnya itu (hartanya). Gak usah saya sampaikan detail, di situ bisa dilihat, apakah dari waris atau lainnya. Ngapain saya sampaikan itu, dia bisa lihat sendiri. Kalian bisa juga buka itu," ucap Wiriya.

Mengenai kendaraan yang dianggap massa tidak dicantumkan, Wiriya pun mengaku sempat menantang massa. " Saya bilang di dalam tadi kalau kalian bisa buktikan saya punya kendaraan pribadi yang tidak saya laporkan saya bayar Rp100 juta. Diamnya mereka saya tantang. Saya bayar. Kurang apa lagi. Saya fair saja," kata Wiriya.

Sebelumnya mahasiswa juga ada yang mau mendemonya soal LHKPN dan kadang tidak jadi dan kali ini datang, ia menanggapi merasa tidak diteror.

"Ini lah dia. Saya tidak merasa diteror. Saya hadapi langsung jumpa masyarakat itu supaya jelas dan tidak ada polemik yang terjadi. Saya mau jumpa langsung supaya clear," jelas Wiriya.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Trio Ambisi Guncang PRSU ke 50

Medan(harianSIB.com)Malam di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 berubah menjadi ruang penuh nostalgia ketika Trio Ambisi