Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Kelompok Tani di Sembahe Baru Didorong Manfaatkan Sampah Organik untuk Hasil Pertanian Lebih Maksimal

Jekson Turnip - Rabu, 14 Agustus 2024 20:56 WIB
749 view
Kelompok Tani di Sembahe Baru Didorong Manfaatkan Sampah Organik untuk Hasil Pertanian Lebih Maksimal
Foto Dok/Emy
Dosen dan mahasiswa diabadikan saat sosialisasi tentang pertanian di Pancurbatu baru-baru ini.
Deliserdang (harianSIB.com)
Sejumlah mahasiswa dan dosen melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan tanggal 16-17 Mei 2024. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan penyuluhan yang diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan membuka wawasan bagi Kelompok Tani Suka Maju di Desa Sembahe Baru, Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.

Mereka diberikan sosialisasi untuk menunjang kegiatan usaha pertanian yang telah dilakukan agar memberikan hasil lebih maksimal dengan memberdayakan sampah organik yang tidak digunakan.

Selain optimalisasi hasil pertanian, kelompok tani juga diberikan pelatihan pengelolaan keuangan. Sehingga dapat melakukan pencatatan atas kegiatan usaha yang dilakukan sehingga dapat mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan merencanakan untuk yang akan dilakukan dengan efisien.

Dengan dibekalinya petani tentang pengelolaan keuangan, tentunya dapat membantu petani dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha tani yang mereka kelola,

Para dosen yang tergabung dalam kegiatan pengabdian berasal dari fakultas pertanian dan fakultas ekonomi serta mahasiswa dari Universitas Medan Area. Materi pertama yang disampaikan pada pelatihan ini adalah "Pemanfaatan Magot dan Strategi Pemasaran Keripik Batang Pisang".

Kepada wartawan, Rabu (14/2/2024) pemateri dari kelompok pertama yaitu Raudah Anggraini, SP MP, Siti Sabrina Salqaura, SP MSc dan Devi Ayu Putri Sirait, SE MSi Ak CA menjelaskan bahwa sosialisasi diberikan agar para kelompok tani dapat memanfaatkan maggot sebagai pestisida alami. Gunanya agar tidak tergantung lagi pada pestisida kimia sehingga hasil pertanian yang dihasilkan lebih sehat dan lebih minim biaya.



Tema kedua pada pelatihan ini berjudul "Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Budi daya Magot dan POC mandiri". Pembicara pada tema ini adalah Marizha Nurcahyani, SST MSc, Sri Ariani Safitri SP MSi, dan Aditya Amanda Pane SE MSi.


Pembicara menjelaskan terkait pemanfaatan sampah organic untuk melakukan budidaya maggot dan membuat POC mandiri. Pelatihan yang dilakukan selama tiga hari ini juga memberikan gambaran kepada para petani langkah dan proses yang dilakukan untuk memanfaatkan sampah batang pisang yang dapat digunakan sebagai sarana budidaya maggot.

Kegiatan praktek pelatihan ini juga melibatkan mahasiswa pertanian dan mahasiswa akuntansi yang dapat mempraktekkan langsung pembelajaran di perkuliahan untuk dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat.

Rangkain kegiatan ini dilakukan dengan antusiasme para petani, karena pentingnya acara ini guna mengembangkan kegiatan usaha tani yang sudah dijalani selama ini.

Dari hasil diskusi yang telah dilakukan para petani mengetahui bahwa untuk mengembangkan usaha pertanian yang dijalankan, pengelolaan keuangan yang baik dapat menjadikan usaha yang dijalan kan efektif dan efisien dan akan berdampak pada pertanian berkelanjutan.

Selain itu dengan adanya kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi petani untuk terus maju dan mengembangkan usaha pertanian yang mereka jalani, sehingga dapat memperluas pasar yang sudah dijalani selama ini.(**)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru