Gubernur NTT: Kendala Adminduk Bikin Keluarga YBS Tak Terima Bansos
Kupang(harianSIB.com)Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan keluarga YBS (10) mengalami kendala admini
Demonstrasi yang awalnya fokus menyuarakan tuntutan pembubaran DPR RI serta protes terhadap gaji dan tunjangan anggota dewan, berubah menjadi pemandangan ironis ketika pagar besi hitam sepanjang kurang lebih tiga meter roboh tak kuasa menahan desakan massa.
Suara gemuruh pagar yang menghantam aspal sempat membuat para demonstran terdiam. Namun, keheningan itu tak berlangsung lama. Sebagian oknum di antara kerumunan massa dengan cepat melihat insiden tersebut sebagai sebuah peluang ekonomi.
Tanpa menunggu lama, mereka mulai beraksi. Dengan peralatan seadanya, mulai dari tangan kosong hingga menggunakan batu sebagai palu, oknum-oknum tersebut berusaha melepaskan potongan-potongan besi dari kerangka pagar yang telah roboh. Aksi yang kerap dijuluki sebagai ulah 'Rayap Besi' ini sontak menjadi tontonan di tengah aksi unjuk rasa.
Pemandangan kontras pun tersaji. Sementara seorang orator di atas mobil komando masih lantang berteriak tentang kebobrokan sistem dan nasib rakyat, hanya beberapa meter darinya, sejumlah orang justru sibuk mempreteli aset negara yang tergeletak di jalan.
"Mereka langsung mematahkan besinya, ada yang pakai batu. Sepertinya untuk dijual lagi," ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Insiden ini segera menjadi perbincangan hangat di dunia maya setelah videonya tersebar luas. Warganet pun memberikan beragam komentar sarkastik yang mengaitkan aksi penjarahan tersebut dengan kritik sosial yang lebih luas.
"Ini baru besi, belum kalau dikasih kursi jabatan, duit rakyat juga diambil," tulis salah satu komentar netizen yang banyak mendapat tanggapan.
Pihak kepolisian, yang berjaga di lokasi, menduga aksi ini dilakukan oleh "massa cair" atau penyusup yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Insiden ini menambah catatan dalam rangkaian aksi demonstrasi yang telah berlangsung tegang, di mana sehari sebelumnya juga sempat terjadi kericuhan.
Jebolnya pagar DPRD Sumut tak hanya menjadi simbol runtuhnya batas fisik antara massa dan wakil rakyat, tetapi juga menyingkap fenomena sosial yang kompleks: potret perjuangan ekonomi segelintir orang yang mencari 'cuan' di tengah panasnya isu politik nasional.(**)
Kupang(harianSIB.com)Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan keluarga YBS (10) mengalami kendala admini
Jakarta(harianSIB.com)Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan setiap m
Jakarta(harianSIB.com)Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan akan mendalami keterangan saksi dalam persidangan perkara dugaan pemeras
Jakarta(harianSIB.com)UndangUndang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab UndangUndang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru memuat sejumlah sub
Jakarta(harianSIB.com)Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Dr. Albertina Ho,
Jakarta(harianSIB.com)Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, melantik dan mengambil sumpah jabatan 18 Ketua Pengadilan Tingkat Ba
Jakarta(harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan dua operasi tangkap tangan (OTT) dalam satu hari, masingmasing di Jakart
Jakarta(harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat pajak di Banjarmasin, Kalimantan
Kabupaten Bekasi(harianSIB.com)Temuan cacahan kertas yang diduga berasal dari uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu menggegerkan warga Kecam
Sidikalang(harianSIB.com)Sebanyak 17 orang di Dairi diduga menjadi korban penipuan oleh oknum direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pemb
Sibuhuan(harianSIB.com)Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Lawas melalui Bidang Intelijen melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMK
Medan(harianSIB.com)Viral di sejumlah media sosial (medsos) yang menarasikan korban menjadi tersangka.Satu dari puluhan medsos diantaranya