Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

Ribuan Hektare Areal Pertanian di Langkat Terancam Gagal Panen Akibat Pasokan Air Tak Terpenuhi

Firdaus Peranginangin - Rabu, 10 September 2025 11:35 WIB
102 view
Ribuan Hektare Areal Pertanian di Langkat Terancam Gagal Panen Akibat Pasokan Air Tak Terpenuhi
Foto harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Foto Bersama: Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony berfoto bersama pihak PGKM di kantor pabrik setempat, di Langkat, Rabu (10/9/2025).
Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony mengaku sangat prihatin melihat, ribuan hektare areal pertanian yang selama ini memanfaatkan air tadah hujan di Kabupaten Langkat, terancam gagal panen, akibat pasokan air tidak terpenuhi, sehingga satu-satunya cara mengatasi keluhan petani, Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) membantu mengaliri areal persawahan petani.

"Kita mendesak pihak PKGM membantu keluhan petani di Langkat. Jangan sampai hasil panen padi mengalami gagal panen dan program swasembada pangan mengalami kegagalan," ujar Ricky Anthony kepada wartawan, Rabu (10/9/2025) di Medan.

Menurut Ricky, para petani saat ini sangat membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan areal pertanian mereka, walaupun sebagian petani memanfaatkan pembuatan sumur bor sendiri untuk penuhi suplai air, tapi tak sedikit petani lainnya tak mampu membuat sumur bor, karena terbentur biaya.

Karenanya, Ricky Anthony mendesak PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), atau Sugar Co perusahaan sub-holding gula dari PTPN III (Persero), segera membantu mengentaskan permasalahan suplai air para petani di sekitar PGKM di Kecamatan Binjai, Langkat.

"Kita telah menemui pihak PGKM. Kita minta mereka kembali aliri sawah petani seperti sebelumnya. Kita mau pengairan sawah petani terus dibantu PGKM. Jangan biarkan petani merugi dan gagal panen," sebut Ricky Anthony.

Ricky yakin pemenuhan pasokan air ini membuat hasil panen padi maksimal. Imbasnya, petani sejahtera, serta pencapaian target program swasembada pangan daerah terealisasi sekaligus mendukung program kemandirian pangan nasional.

"Sebelumnya kita mendengar keluhan petani, kita coba bantu. Apalagi manfaatnya untuk banyak pihak. Kita berharap agar kekuatiran petani ini bisa segera diatasi oleh pemerintah," ungkap politisi muda NasDem ini sembari menambahkan, pihak PGKM menerangkan alasan suplai air terhenti, sebab pipa untuk mengaliri air ke areal persawahan banyak hilang dicuri.

Atas dasar itu, Ricky Anthony segera mengundang pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut untuk duduk satu meja, seperti PGKM, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK), Camat, Kepala Desa dan kelompok tani, guna mencari solusi keluhan petani.

"Intinya para petani wajib dibantu, semua pihak harus bisa menyelesaikan persoalan ini. Kebutuhan pasokan air ke areal persawahan petani harus segera diatasi," tegas Ricky Anthony.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru