Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 Juli 2026

WKRI Medan: Narkoba Tetap Jadi Prioritas Kewaspadaan Remaja

Oki Lenore - Minggu, 14 September 2025 13:04 WIB
76 view
WKRI Medan: Narkoba Tetap Jadi Prioritas Kewaspadaan Remaja
Foto: SIB /Oki Lenore
Diskusi: Dra Susi Merry Junita Sinaga SH dan Kompol Purn Ully Lubis SH, mengapit Dir Narkoba Polda Sumut, Dr Jean Calvijn Simanjuntak, usai berdiskusi di Mapoldasu, Sabtu (13/9).
Medan(harianSIB.com)


Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Hayam Wuruk Medan, Dra Susi Merry Junita Sinaga SH, mengimbau seluruh perempuan, baik individu dan atau yang berwadah dalam organisasi, tetap memprioritaskan perhatian untuk memroteksi generasi muda dari bahaya narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).

"Proteksi itu dengan segala cara. Mulai dari penerapan religi dan moral hingga aktivitas untuk mengisi. Yang utama dari seluruh prioritas, menciptakan lingkungan yang sehat. Sehat kan tidak terkontaminasi apapun yang sifatnya negatif," ujarnya di Medan, Sabtu (13/9), usai berdiskusi dengan Dir Narkoba Polda Sumut, Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH, di Mapoldasu, seperti yang diterima Jurnalis SIB News Network (SNN), Minggu (14/9/2025).

Perempuan yang juga Ketua Wanita Swadiri Indonesia (WSI) SOKSI Sumut itu miris memerhatikan Sumut berada di rangking pertama di Tanah Air soal penyalahgunaan narkoba.

"Dari sisi penindakan, tentu aparat yang sudah dipercayakan negara. Tapi preventifnya ada di pikiran dan perbuatan perempuan," tegasnya didampingi pengurus WKRI Kompol Purn Ully Lubis SH dari Paroki Pasar Merah Medan.

Susi Sinaga mengatakan, betapa ngerinya Sumut. Dari 3,3 juta pengguna narkoba di Indonesia, setidaknya 1 juta di antaranya dari Sumut.

"Jumlah itu pasti lebih tinggi sebab pernah diobservasi bahwa oknum yang berhadapan dengan hukum kasus narkoba melonjak dan mendominasi rumah tahanan. Yang lebih sedih, perempuan pun banyak yang kena," tegasnya.

Aktivis itu mereview pengalaman kala mengedukasi dan anjangsana pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan bahwa keterlibatan dengan narkoba dengan ragam motif.

"Ada yang dijebak dan mau terjebak karena persoalan ekonomi sebab bandar di luar memasok rutin di Indonesia," sebutnya sambil mengatakan alur pemasokan dari jalur (tikus) laut sebab jika melalui udara dengna kurir yang lebih canggih. "Konon, barang yang masuk ke Indonsia via Malaysia itu bersumber dari Myanmar!"

Ia mengusulkan, menutup jalur laut dengan melibatkan aparat yang spesial mengamankan lautan Nusantara yang sangat luas, dengan alat canggih seperti dipakai instansi terkait. TNI Angkatan Laut, Bakamla (Badan Keamanan Laut), Polisi Air (Polair), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari Kementerian Perhubungan, serta unit-unit dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kementerian Keuangan).

"Itulah yang dilakukan WKRI yakni meranggul masyarakat yang menetap di garis pantai. Tetapi, bila motif ekonomi, masih harus kerja ekstra," sebutnya.

Menurutnya, memberangus atau menekan peredaran gelap narkoba tidak dapat dilakukan parsial. Tetapi dasarnya tetaplah membangun kesadaran semua tumpah darah Indonesia bahwa narkoba akan merusak bangsa.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru