Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 29 Maret 2026

Petani Penggarap Demo Kantor Bupati dan BPN Deliserdang, Minta Konflik Agraria Diselesaikan

Jekson Turnip - Senin, 29 September 2025 21:12 WIB
1.851 view
Petani Penggarap Demo Kantor Bupati dan BPN Deliserdang, Minta Konflik Agraria Diselesaikan
Foto SIB/Jekson Turnip
DEMO: Massa SPI demo ke Kantor Bupati Deliserdang di Lubukpakam, Senin (29/9/2025).

Lubukpakam(harianSIB.com)

Puluhan petani penggarap tergabung dalam Kelompok Serikat Petani Indonesia (SPI) melakukan demo ke Kantor Bupati dan BPN Deliserdang di Lubukpakam, Senin (29/9/2025). Mereka menuntut agar konflik agraria yang ada di Kabupaten Deliserdang dapat segera diselesaikan.

Mereka datang membawa berbagai poster, hingga pengeras suara dan sebagian membawa topi petani bertuliskan SPI. Beragam tuntutan mereka pada saat itu namun salah satunya yaitu soal konflik agraria khususnya di Deliserdang dapat terselesaikan.

"Pak Bupati, sudah puluhan tahun konflik agraria ini tidak juga diselesaikan. Tolong perhatikan kami ini," teriak massa pada kesempatan itu.

Baca Juga:
Sementara, Ketua DPC SPI Deliserdang, Harianto Saragih sempat lama melakukan orasi dengan memegang pengeras suara. Meski banyak massa yang sudah hampir lanjut usia namun ia berhasil membangkitkan semangat anggotanya.

Ketika diwawancarai, Harianto mengaku aksi ini dilakukan untuk memperingati Hari Tani Nasional.

"Makanya kita hari ini memanfaatkan momentum untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan konflik agraria yang ada di Kabupaten Deliserdang. Harapannya agar konflik agraria ini bisa terselesaikan," ujar Harianto.

Dijelaskan, massa yang datang aksi ini berasal dari dua kecamatan. Selain dari Kecamatan Bangun Purba juga dari Tanjung Morawa. Selama ini petani di wilayah ini masih terus mendapatkan intimidasi dari berbagai pihak.

"Jadi selama ini konflik di lahan bentuknya intimidasi dan ini kasusnya banyak. Intimidasi itu bisa dari pengembang dengan menyewa preman untuk berhadapan dengan petani. Makanya itu kita minta supaya konflik agraria ini bisa diselesaikan, " terang Harianto.

Sebagai contoh sempat ia sampaikan terkhusus untuk di Desa Dagang Kerawan Kecamatan Tanjung Morawa. Di lokasi itu sudah 20 tahun petani menguasai lahan eks HGU PTPN 4 namun sampai saat ini masih terus berkonflik.

Secara pasti Harianto sendiri tidak bisa menyebutkan alas hak yang dimiliki oleh para petani karena dianggap ada yang lebih paham soal sejarah tersebut.

Karena melakukan aksi di dua tempat massa pun sempat kehausan dan meminta-minta air minum saat aksi di kantor Bupati Deliserdang. Selain kepada Satpol PP permintaan air itu juga dipintakan pada pihak kepolisian yang melakukan pengamanan.

Sebab tidak ada surat pemberitahuan untuk melakukan aksi di kantor bupati saat itu tidak ada satupun pejabat Pemkab yang menemui massa.

Pantauan di dua lokasi demo itu dikawal ketat pihak kepolisian dan Satpol PP, walau mereka tidak ada melayangkan surat pemberitahuan aksi. Setelah menyampaikan aspirasinya mereka pun selanjutnya membubarkan diri dengan tertib.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Medan Tinjau Gotong Royong di Medan Tembung, Perintahkan Perbaikan Drainase dan Jalan
Abdul Rahman Sibuea Serap Aspirasi Warga Tapteng dalam Reses Perdana
30 Tahun Jadi Operator SPBU, Sunaryo Persembahkan Hidup untuk Layanan Publik
Wakil Ketua DPRD Deliserdang Tampung Aspirasi Bangun Jalan dan Drainase di Tanjungmorawa
Amway Indonesia Dorong Generasi Muda Jaga Kesehatan Usus untuk Bonus Demografi 2045
Ketua TP PKK Simalungun Pimpin Rakor Dukungan World Clean Up Day 2025
komentar
beritaTerbaru