Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Maret 2026

Pemprov Sumut Perkuat Sektor Perikanan, Targetkan 40 Ribu Nelayan Terlindungi Asuransi

Danres Saragih - Kamis, 16 Oktober 2025 16:12 WIB
516 view
Pemprov Sumut Perkuat Sektor Perikanan, Targetkan 40 Ribu Nelayan Terlindungi Asuransi
(Foto: harianSIB.com/Danres Saragih)
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Ir Supryanto memberikan penjelasan dalam konferensi pers, di kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (16/10/2025).

Medan(harianSIB.com)

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus memperkuat sektor perikanan dan kelautan melalui berbagai langkah strategis yang melibatkan kerja sama lintas daerah, akademisi, dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut, Ir Supryanto, mengatakan hasil tangkapan nelayan telah memberikan kontribusi sekitar 5 persen terhadap pendapatan negara.

> "Nelayan perlu dikoordinasikan dengan baik. Jika dibiarkan bergerak sendiri-sendiri, hasil tangkapan menjadi tidak optimal dan kontribusi juga tidak maksimal," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (16/10/2025).

Untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan nelayan, Pemprov Sumut tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Jawa Barat dalam bidang pengairan. Langkah ini diharapkan mendukung keberlanjutan perikanan budidaya di berbagai wilayah.

Baca Juga:
Selain itu, Pemprov juga mengembangkan program "Nelayan Berkah" bersama Universitas Sumatera Utara (USU), yang fokus pada pengembangan budidaya ikan air tawar. Misalnya, ikan mas dan nila di Simalungun, ikan patin di Tapanuli Selatan, serta produk ikan asin di Sibolga dan sekitarnya. Saat ini, hasil tangkapan laut masih sekitar 30 persen dari total produksi perikanan Sumut.

Sebagai bagian dari rencana strategis menuju 2026, beberapa daerah akan difokuskan sesuai potensi lokal, seperti Tapanuli Tengah untuk ikan asin, Tanjungbalai untuk ikan teri, dan Asahan serta Nias sebagai sentra ikan beku.

Dalam hal perlindungan nelayan, Diskanla Sumut mencatat 6.100 nelayan sudah terdaftar dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah menargetkan hingga 2026 ada 40.000 nelayan terlindungi, dengan dukungan perusahaan swasta sebagai "ayah angkat" yang membantu pembiayaan asuransi.

"Semangat gotong royong ini harus terus kita dorong. Kami ingin perusahaan perikanan terlibat langsung membantu nelayan, baik dari sisi perlindungan maupun peningkatan kapasitas," tambah Supryanto.

Dukungan pemerintah juga diberikan melalui bantuan alat tangkap ikan, program jaring pengaman sosial (JPS), serta peningkatan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk pengawasan lapangan.

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap Diskanla Sumut, Jeni br Sinaga, menekankan pentingnya membangun ekosistem perikanan terpadu dari hulu ke hilir. Salah satu fokus utama adalah pengembangan kawasan tangkahan di Sibolga yang diproyeksikan menjadi simpul penting dalam rantai pasok perikanan tangkap Sumut.

Dengan kolaborasi yang kuat antar sektor, Pemprov Sumut optimistis dapat meningkatkan kemandirian ekonomi nelayan serta memperbesar kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap pembangunan daerah.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait

Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/theme/detail.php on line 406
komentar
beritaTerbaru