Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Pengusaha India Tertarik Investasi di Sumut, Fokus Energi Terbarukan dan Agroindustri

Oki Lenore - Senin, 20 Oktober 2025 13:07 WIB
389 view
Pengusaha India Tertarik Investasi di Sumut, Fokus Energi Terbarukan dan Agroindustri
Foto: SIB/Oki Lenore
Paparkan: Senior Investment Promotion Officer Sumbar Hendri Agung memaparkan pontesi wilayahnya di depan delegasi usahawan India di Medan.

Hendri Agung selaku Senior Investment Promotion Officer ditugaskan mewakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat (Sumbar) mempresentasikan potensi investasi di Sumbar.

Ia memaparkan lima potensi investasi utama Sumatera Barat, yaitu Energi Baru Terbarukan (EBT), Pariwisata, Industri, Perikanan dan Pertanian. Potensi EBT Sumatera Barat terdiri dari Tenaga Surya dengan potensi 5.898 MW yang baru termanfaatkan 1 persen, Tenaga Ombak dengan potensi wilayah lautan 186.000 km2 yang belum termanfaatkan, Bioenergi dengan potensi 923,1 MW yang baru dimanfaatkan 8,15 persen, Tenaga angin potensi 428 MW belum sama sekali dimanfaatkan, panas bumi dengan potensi 1.651 MW baru termanfaatkan 5 persen dan Tenaga Hidro dengan potensi 1.100 MW baru termanfaatkan 33 persen.

Hendri Agung mengurai, untuk potensi panas bumi, terdapat 21 titik potensi utama, di mana empat titik sudah digarap oleh investor, yakni PT Supreme Energi di Solok Selatan, Konsorsium PT Hitay Daya Energy di Kabupaten Solok, PT EDC di Kabupaten Solok, serta PT Medco di Kabupaten Pasaman. Masih terdapat 17 titik lainnya yang memiliki potensi tidak kalah baik.

Potensi pertambangan berupa emas, bijih besi, pasir besi, tembaga, batubara, dan timah hitam tersebar di delapan kabupaten/kota, yaitu Solok, Solok Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, Sawahlunto, Agam, Tanah Datar, dan Dharmasraya. "Selain itu, terdapat potensi pembangkit listrik tenaga air di Batang Kuantan yang berlokasi di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, dengan panjang lintasan 21,4 km dan lebar 54,73 meter," urai Hendri Agung.

Untuk sektor pariwisata, lanjut Hendri Agung, berbagai potensi investasi menarik ditawarkan, seperti pengembangan Kawasan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, pembangunan cable car di Puncak Lawang, pengembangan Istano Basa Pagaruyuang dan Puncak Pato di Kabupaten Tanah Datar, pengembangan Kawasan Bukik Omeh dan Pulau Semangki di Kabupaten Pesisir Selatan, serta pembangunan hotel di berbagai lokasi.

Potensi pariwisata lainnya mencakup pembangunan hotel dan taman hiburan di Sawahlunto, Planetarium Equator Bonjol dan Taman Wisata Alam Rimbo Panti di Kabupaten Pasaman, pengembangan Kawasan Wisata Gunung Talang di Kabupaten Solok, Convention Center di Kota Pariaman, Kawasan Wisata Pulau Belibis di Kota Solok, pembangunan rest area dan pasar pusat kota di Padang Panjang, serta pengembangan Kawasan Strategis Diponegoro di Kota Padang.

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
Ini Penyebab RI Kurang Modal Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Hariram Berharap Little India Tempat Akulturasi Seni Perkokoh Kearifan Lokal Indonesia
komentar
beritaTerbaru