Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 07 Juli 2026

Pengusaha India Tertarik Investasi di Sumut, Fokus Energi Terbarukan dan Agroindustri

Oki Lenore - Senin, 20 Oktober 2025 13:07 WIB
528 view
Pengusaha India Tertarik Investasi di Sumut, Fokus Energi Terbarukan dan Agroindustri
Foto: SIB/Oki Lenore
Paparkan: Senior Investment Promotion Officer Sumbar Hendri Agung memaparkan pontesi wilayahnya di depan delegasi usahawan India di Medan.

Medan(harianSIB.com)

Delegasi bisnis India dari Confederation of Indian Industry (CII) mengunjungi Medan, 13–14 Oktober 2025. Kehadiran rombongan usahawan itu difasilitasi Konsul Jenderal India di Medan, HE Mr Ravi Shanker Goel, yang kemudian mengadakan pertemuan dengan pemerintahan seluruh Sumatera.

Di ibu kota Sumut, rombongan khusus menghadiri Trade Halal Expo 2025 yang dituanrumahi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, yang didahului presentasse dari seluruh pemerintahan provinsi di Sumatera di Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa - Medan. Di Kegiatan itu, Sumbar menawarkan dan menjual enerji baru terbarukan (EBT) berbasis tenaga ombak sehubungan garis pantai wilayah itu memiliki 186.000 km2 yang belum termanfaatkan.

Dalam delegasi usahawan itu ikut perusahaan terkemuka India, termasuk DCM Shriram Limited, KEC International Limited, Bull Machines Pvt Ltd, Natsu Enterprises India Pvt Ltd, TKIL Industries Pvt Ltd, dan PT Ion Exchange Asia Pacific. Rombongan didampingi Mr Rohin Agarwal, Direktur CII India dan Ms Sujata Sudarshan, Chief Representative (Indonesia) dari Confederation of Indian Industry.

HE Mr Ravi Shanker Goel mengatakan, pertemuan dengan Gubernur Bobby Nasution didampingi pengusaha yang berwadah di Kadin Sumut berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi bilateral dan peningkatan investasi antara India dan Sumatera Utara. "Pengusaha India tertarik menggali potensi kolaborasi di bidang energi terbarukan, agroindustri, infrastruktur, inovasi digital, dan pembangunan berkelanjutan," ujar Konjen India.

Baca Juga:
Di sesi itu, Mr Ankur Singh, Vice President and Head – Strategy DCM Shriram Chemicals, menyampaikan presentasi dalam makalah "Opportunities for Collaboration: India and North Sumatra" yang menyoroti fundamental ekonomi India yang kuat, kapasitas industri yang terus berkembang, serta potensi besar untuk perdagangan bilateral dan usaha patungan.

Saat bersamaan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memaparkan peluang investasi India di provinsi yang terkenal dengan kegotongroyongan tersebut.

Hendri Agung selaku Senior Investment Promotion Officer ditugaskan mewakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat (Sumbar) mempresentasikan potensi investasi di Sumbar.

Ia memaparkan lima potensi investasi utama Sumatera Barat, yaitu Energi Baru Terbarukan (EBT), Pariwisata, Industri, Perikanan dan Pertanian. Potensi EBT Sumatera Barat terdiri dari Tenaga Surya dengan potensi 5.898 MW yang baru termanfaatkan 1 persen, Tenaga Ombak dengan potensi wilayah lautan 186.000 km2 yang belum termanfaatkan, Bioenergi dengan potensi 923,1 MW yang baru dimanfaatkan 8,15 persen, Tenaga angin potensi 428 MW belum sama sekali dimanfaatkan, panas bumi dengan potensi 1.651 MW baru termanfaatkan 5 persen dan Tenaga Hidro dengan potensi 1.100 MW baru termanfaatkan 33 persen.

Hendri Agung mengurai, untuk potensi panas bumi, terdapat 21 titik potensi utama, di mana empat titik sudah digarap oleh investor, yakni PT Supreme Energi di Solok Selatan, Konsorsium PT Hitay Daya Energy di Kabupaten Solok, PT EDC di Kabupaten Solok, serta PT Medco di Kabupaten Pasaman. Masih terdapat 17 titik lainnya yang memiliki potensi tidak kalah baik.

Potensi pertambangan berupa emas, bijih besi, pasir besi, tembaga, batubara, dan timah hitam tersebar di delapan kabupaten/kota, yaitu Solok, Solok Selatan, Pasaman, Pasaman Barat, Sawahlunto, Agam, Tanah Datar, dan Dharmasraya. "Selain itu, terdapat potensi pembangkit listrik tenaga air di Batang Kuantan yang berlokasi di Nagari Padang Tarok, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, dengan panjang lintasan 21,4 km dan lebar 54,73 meter," urai Hendri Agung.

Untuk sektor pariwisata, lanjut Hendri Agung, berbagai potensi investasi menarik ditawarkan, seperti pengembangan Kawasan Danau Maninjau di Kabupaten Agam, pembangunan cable car di Puncak Lawang, pengembangan Istano Basa Pagaruyuang dan Puncak Pato di Kabupaten Tanah Datar, pengembangan Kawasan Bukik Omeh dan Pulau Semangki di Kabupaten Pesisir Selatan, serta pembangunan hotel di berbagai lokasi.

Potensi pariwisata lainnya mencakup pembangunan hotel dan taman hiburan di Sawahlunto, Planetarium Equator Bonjol dan Taman Wisata Alam Rimbo Panti di Kabupaten Pasaman, pengembangan Kawasan Wisata Gunung Talang di Kabupaten Solok, Convention Center di Kota Pariaman, Kawasan Wisata Pulau Belibis di Kota Solok, pembangunan rest area dan pasar pusat kota di Padang Panjang, serta pengembangan Kawasan Strategis Diponegoro di Kota Padang.

Untuk sektor industri, peluang investasi antara lain pembangunan pabrik pakan ikan di Kabupaten Pasaman dan industri minyak nilam di Kabupaten Pasaman Barat. Hendri Agung mengurai sektor pertanian, potensi yang ditawarkan meliputi gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman, agrowisata serai di Kota Sawahlunto, serta pabrik pengolahan beras di Kota Solok.

Hendri Agung menutup presentasinya dengan menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan, serta menyampaikan undangan dari Gubernur Sumatera Barat kepada Konsul Jenderal India dan delegasi CII untuk datang dan melihat langsung potensi investasi yang dimiliki Sumatera Barat.

Tamu kehormatan yang hadir antara lain Basarin Yunus Tanjung, Asisten I mewakili Gubernur Sumatera Utara; Helmi Hasan, Gubernur Bengkulu; Nyanyang Harris, Wakil Gubernur Kepulauan Riau; Badikenita Putri Beru Sitepu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI). Dr Drs Citra Effendi Capah, MSP, Asisten I mewakili Wali Kota Medan; Wong Chun Sen, Ketua DPRD Kota Medan; Zul Hidayat, SHut, Sekda Tanjung Pinang; Sultan Deli Aji Lamanjiji; Dendi Gustinandar, Direktur BP Batam; Wahyu Yuwana, Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu; dan Abdul Khalim, Wakil Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Turis AS Tewas Dipanah Suku Pedalaman India di Kepulauan Andaman
Erry Nuradi dan Bobby Nasution Ramaikan Gerakan #2019 Kita Tetap Bersaudara dan Selamanya
Upacara Keagamaan di India Diguncang Bom, 3 Orang Tewas
Ini Penyebab RI Kurang Modal Buat Genjot Pertumbuhan Ekonomi
Timses Jokowi Balas PAN: Narasi Ekonomi Prabowo-Sandi Cuma Jargon
Hariram Berharap Little India Tempat Akulturasi Seni Perkokoh Kearifan Lokal Indonesia
komentar
beritaTerbaru