Salmon Sumihar Sagala: Keputusan Pemerintah Batalkan Rencana Pembelajaran Daring April 2026 Sudah Tepat
Medan(harianSIB.com)Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE menegaskan, keputusan pemerintah membatalkan rencana p
Medan (harianSIB.com)
Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Tembung mengungkap peristiwa penganiayaan berat yang berujung kematian yang terjadi di saturumah kontrakan di Gang Tarigan Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang pada, Jumat (7/11/2025) lalu.
Kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung kematian itu akibat cemburu buta hubungan sesama jenis antara AK dan ASN.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim, AKBP Bayu Putro Wijayanto, Wakasat, AKP Ainul Yaqin dan Kasi Humas, AKP Halason Sihotang dalam keterangan persnya di lokasi kejadian, Rabu (12/11/2025) sore menjelaskan bahwa kasus ini sempat viral di berbagai platform media.
"Peristiwa tersebut terjadi pada 7 November 2025 sekitar pukul 07.30 WIB. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh EPN, yang merupakan kakak ASN, ke Polsek Medan Tembung. Dalam laporan polisi disebutkan bahwa terlapor adalah AK yang diduga sebagai pelaku penganiayaan berat hingga menyebabkan korban ASN meninggal," ujar Kapolrestabes.
Baca Juga:Penyidik kata Kapolres kemudian melakukan pendalaman segera. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sedikitnya 7 saksi, terdiri dari teman satu rumah korban, tetangga, kakak korban, serta pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
"Dari hasil penyelidikan, terdapat sembilan adegan yang telah direkonstruksi untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa ini. Hasil sementara menunjukkan adanya bukti kuat yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
Ditambahkan Kombes Calvijn, penyidik akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
"Polisi mengungkap kronologi lengkap kasus dugaan penganiayaan yang disertai bunuh diri yang melibatkan dua perempuan berinisial ASN dan AK. Ini berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di lokasi kejadian," katanya.
Ditambahkan Calvijn, dari hasil penyidikan terungkap bahwa ASN, yang awalnya dilaporkan sebagai korban, ternyata merupakan pelaku penganiayaan terhadap AK, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
"Menurut penyidik, ASN dan AK memiliki hubungan khusus selama tiga tahun. Hubungan tersebut diduga menjadi motif kuat di balik peristiwa tragis ini. Rekaman CCTV memperlihatkan secara jelas rangkaian kejadian di dalam kamar tempat keduanya berada bersama seorang anak perempuan berusia dua tahun sebut saja namanya Mawar, yang merupakan anak kandung dari AK," jelasnya.
Dalam rekaman itu tampak tiga orang di dalam kamar: ASN yang berdiri, AK yang sedang tidur, dan anaknya turut beristirahat di tempat yang sama. Pada pukul 07.18 WIB, ASN terlihat mengambil gunting dari lemari dekat kamar mandi, kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap AK.
"Pelaku menindih korban, membekap dengan bantal, lalu melakukan penusukan berulang kali ke bagian tubuh korban, termasuk perut, lengan, dan punggung," beber Kombes Calvijn.
Masih kata Kapolrestabes, pergumulan keduanya berlangsung sekitar 10 menit. Anak korban yang terbangun dan menangis berhasil keluar dari kamar, yang kemudian menjadi salah satu faktor penyidik dapat mengungkap kejadian tersebut secara terang.
"Setelah melakukan penganiayaan, ASN sempat berbicara singkat dengan AK dan menyampaikan permintaan maaf. Usai kejadian itu, ASN kemudian mengunci pintu dari dalam kamar dan melakukan penganiayaan terhadap dirinya sendiri dengan menusuk bagian dada, leher, dan perut dengan menggunakan gunting yang sama hingga akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian," ucapnya.
Barang bukti yang diamankan tambahnya lagi, meliputi gunting, rekaman CCTV, serta alat komunikasi milik korban dan pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan dan visum, polisi menyimpulkan bahwa ASN meninggal akibat melukai dirinya sendiri, sementara AK mengalami luka berat akibat serangan tersebut.
"Motif kuat peristiwa ini berawal dari hubungan khusus antara pelaku dan korban yang telah berlangsung tiga tahun. Kasus ini kini telah kami nyatakan terang benderang berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti digital," pungkas Kombes Calvijn.(**)
Medan(harianSIB.com)Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Salmon Sumihar Sagala SE menegaskan, keputusan pemerintah membatalkan rencana p
Medan(harianSIB.com)PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat puncak arus balik angkutan Lebaran 2026 tela
Sibolga(harianSIB.com)Kepolisian Resor (Polres) Sibolga mendirikan Pos Pengamanan (Pam) melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi,
Medan(harianSIB.com)Sahabat Halomoan Sianturi SH MH menyalurkan bantuan sembako kepada Panti Asuhan YAS AlWashliyah Medan sebagai bagian da
Tanjungpasir(harianSIB.com)Adzkia SS Br Saragih (11), korban hanyut saat mandi di Sungai Kualuh, Selasa (24/3/2026), akan dimakamkan di pema
Medan(harianSIB.com)Polda Sumut melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali mengungkap kasus menonjol peredaran narkotika jaringan lintas neg
Simalungun(harianSIB.com)Kecelakaan maut terjadi di jalan alternatif KM 0607 Simpang Palang menuju Simpang SitahoanParapat, tepatnya di Du
Medan(harianSIB.com)Kalangan anggota DPRD Sumut mengatakan, kenaikan anggaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam RAPBN TA 2026 men
(harianSIB.com)Krisis energi global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, gangguan rantai pasok, serta tingginya ketergantungan pada energi
Tanjungbalai(harianSIB.com)Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri SIK MIK melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (P
Batubara(harianSIB.com)Ratusan wisatawan memadati objek wisata air di wilayah hukum Polsek Labuhan Ruku, Kabupaten Batubara, pada momen libu
Toba(harianSIB.com)Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus membuka pelatihan dasar penanggulangan bencana yang digelar Taruna Siaga Bencana