521 Desa di Sumut Masuk Kategori Sangat Tertinggal
Medan(harianSIB.com)Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencatat 521 desa di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) m
Medan (harianSIB.com)
Satreskrim Polrestabes Medan dan Polsek Tembung mengungkap peristiwa penganiayaan berat yang berujung kematian yang terjadi di saturumah kontrakan di Gang Tarigan Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang pada, Jumat (7/11/2025) lalu.
Kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung kematian itu akibat cemburu buta hubungan sesama jenis antara AK dan ASN.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Kasat Reskrim, AKBP Bayu Putro Wijayanto, Wakasat, AKP Ainul Yaqin dan Kasi Humas, AKP Halason Sihotang dalam keterangan persnya di lokasi kejadian, Rabu (12/11/2025) sore menjelaskan bahwa kasus ini sempat viral di berbagai platform media.
"Peristiwa tersebut terjadi pada 7 November 2025 sekitar pukul 07.30 WIB. Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh EPN, yang merupakan kakak ASN, ke Polsek Medan Tembung. Dalam laporan polisi disebutkan bahwa terlapor adalah AK yang diduga sebagai pelaku penganiayaan berat hingga menyebabkan korban ASN meninggal," ujar Kapolrestabes.
Baca Juga:Penyidik kata Kapolres kemudian melakukan pendalaman segera. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sedikitnya 7 saksi, terdiri dari teman satu rumah korban, tetangga, kakak korban, serta pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
"Dari hasil penyelidikan, terdapat sembilan adegan yang telah direkonstruksi untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa ini. Hasil sementara menunjukkan adanya bukti kuat yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
Ditambahkan Kombes Calvijn, penyidik akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
"Polisi mengungkap kronologi lengkap kasus dugaan penganiayaan yang disertai bunuh diri yang melibatkan dua perempuan berinisial ASN dan AK. Ini berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di lokasi kejadian," katanya.
Ditambahkan Calvijn, dari hasil penyidikan terungkap bahwa ASN, yang awalnya dilaporkan sebagai korban, ternyata merupakan pelaku penganiayaan terhadap AK, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
"Menurut penyidik, ASN dan AK memiliki hubungan khusus selama tiga tahun. Hubungan tersebut diduga menjadi motif kuat di balik peristiwa tragis ini. Rekaman CCTV memperlihatkan secara jelas rangkaian kejadian di dalam kamar tempat keduanya berada bersama seorang anak perempuan berusia dua tahun sebut saja namanya Mawar, yang merupakan anak kandung dari AK," jelasnya.
Dalam rekaman itu tampak tiga orang di dalam kamar: ASN yang berdiri, AK yang sedang tidur, dan anaknya turut beristirahat di tempat yang sama. Pada pukul 07.18 WIB, ASN terlihat mengambil gunting dari lemari dekat kamar mandi, kemudian melakukan tindakan kekerasan terhadap AK.
"Pelaku menindih korban, membekap dengan bantal, lalu melakukan penusukan berulang kali ke bagian tubuh korban, termasuk perut, lengan, dan punggung," beber Kombes Calvijn.
Masih kata Kapolrestabes, pergumulan keduanya berlangsung sekitar 10 menit. Anak korban yang terbangun dan menangis berhasil keluar dari kamar, yang kemudian menjadi salah satu faktor penyidik dapat mengungkap kejadian tersebut secara terang.
"Setelah melakukan penganiayaan, ASN sempat berbicara singkat dengan AK dan menyampaikan permintaan maaf. Usai kejadian itu, ASN kemudian mengunci pintu dari dalam kamar dan melakukan penganiayaan terhadap dirinya sendiri dengan menusuk bagian dada, leher, dan perut dengan menggunakan gunting yang sama hingga akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian," ucapnya.
Barang bukti yang diamankan tambahnya lagi, meliputi gunting, rekaman CCTV, serta alat komunikasi milik korban dan pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan dan visum, polisi menyimpulkan bahwa ASN meninggal akibat melukai dirinya sendiri, sementara AK mengalami luka berat akibat serangan tersebut.
"Motif kuat peristiwa ini berawal dari hubungan khusus antara pelaku dan korban yang telah berlangsung tiga tahun. Kasus ini kini telah kami nyatakan terang benderang berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti digital," pungkas Kombes Calvijn.(**)
Medan(harianSIB.com)Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mencatat 521 desa di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) m
Medan(harianSIB.com)Suara benturan keras mengagetkan warga di persimpangan lampu merah Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Tanjung Sari, Kecam
Bern(harianSIB.com)Penembakan di Swiss utara menewaskan satu orang dan melukai setidaknya lima orang. Beberapa di antara yang terluka mengal
Simalungun(harianSIB.com) Dua buruh perempuan PTPN IV Kebun Teh Bah Butong, Kabupaten Simalungun, P Manik dan L Hutasoit, mengadu kepad
Medan(harianSIB.com)PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan penjelasan terkait tindakan terhadap rekening salah satu nasa
Jakarta(harianSIB.com)Istri korban tewas saat kericuhan 27 Agustus Bambang Setiawan, Sudarsi, bercerita mengenai peristiwa nahas yang menimp
Singapura(harianSIB.com)Seorang pria berkewarganegaraan Indonesia (WNI) kedapatan menyembunyikan sebuah pisau di dalam sepatunya saat menjal
Harare(harianSIB.com)Sebuah minibus yang membawa para jemaat gereja bertabrakan langsung dengan sebuah truk di wilayah tengah Zimbabwe, mene
Medan(harianSIB.com)Kalangan DPRD Sumut Dapil Tapanuli mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Polda Sumut segera turun
Tapanuli Tengah(harianSIB.com)Pondasi bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Simpang Labingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin, melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama dengan j
Medan(harianSIB.com)Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Muhibuddin didampingi Asdatun Nur Handayani dan Asisten Pemulihan