Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026

Dana Pemulihan Pascabencana Sumut Melonjak Rp23,32 Triliun, Bobby Nasution Sempat Protes Alokasi

Redaksi - Minggu, 12 April 2026 10:40 WIB
151 view
Dana Pemulihan Pascabencana Sumut Melonjak Rp23,32 Triliun, Bobby Nasution Sempat Protes Alokasi
Rahmat Utomo/Kompas.com
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat diwawancarai wartawan di kantornya, Senin (6/4/2026).

Medan(harianSIB.com)

Dana pemulihan pascabencana di Sumatera Utara meningkat signifikan menjadi Rp23,32 triliun untuk periode 2026–2028. Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat menyampaikan keberatan karena alokasi awal untuk tahun 2026 hanya sebesar Rp2,1 triliun.

Berdasarkan data yang tersedia, dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat tersebut ditujukan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di Sumut selama tiga tahun. Khusus pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,94 triliun, yang terdiri dari Rp6,5 triliun untuk kewenangan pemerintah pusat dan Rp2,44 triliun untuk kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Untuk tahun 2027, alokasi anggaran yang tertuang dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) mencapai Rp 7,97 triliun. Dengan pembagian Rp 4,62 triliun untuk kewenangan pusat dan Rp 3,35 triliun untuk daerah.

Sementara pada 2028, alokasi anggaran R3P sebesar Rp 6,40 triliun, dengan rincian Rp 2,07 triliun menjadi kewenangan pusat dan Rp 4,32 triliun untuk kewenangan provinsi. Dengan demikian, total kebijakan pengelolaan kegiatan dan anggaran tersebut mencapai Rp 23,32 triliun hingga 2028.

Baca Juga:
"Kalau kita hitung, rata-rata per tahun dana TKD itu mencapai Rp7,78 triliun. Dan ini berlangsung selama tiga tahun. Jadi ada yang menjadi kewenangan pusat, ada yang provinsi. Intinya upaya kita bersama untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumut akan terus berlangsung secara bertahap," kata Bobby Nasution dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026), mengutip detiksumut.

Bobby menjelaskan jika Pemprov Sumut mengapresiasi alokasi anggaran pascabencana di Sumut. Dampak bencana akhir tahun lalu di Sumut terjadi di sejumlah sektor.

"Tentu kita Pemerintah Provinsi, sebagai perpanjangan pemerintah pusat di daerah, mengapresiasi alokasi anggaran untuk upaya pemulihan pascabencana di Sumut. Sebagaimana kita tahu, kondisi di beberapa daerah mengalami kerusakan, baik infrastruktur, fasilitas umum, permukiman penduduk, hingga lahan pertanian milik masyarakat yang hilang akibat banjir bandang dan longsor," ujarnya.

Rencana tiga tahun ini, lanjutnya, merupakan langkah yang rasional mengingat proses pemulihan pascabencana tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Diperlukan pemetaan lahan, relokasi, pembangunan ulang, hingga pemulihan sumber mata pencaharian masyarakat.

"Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, karena rencana ini sebagai upaya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dan ini membuktikan kami tidak sendiri, termasuk juga pihak lain (swasta) yang turut serta membantu masyarakat memulihkan keadaan pascabencana," tuturnya.

Untuk diketahui, sebuah video yang menampilkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution keluar dari rapat bareng menteri koordinator (Menko) viral di media sosial. Bobby mengaku kecewa sehingga keluar dari rapat virtual tersebut.

Dalam video yang dilihat, Senin (2/3), terlihat Bobby mengikuti rapat bersama Kepala Bappelitbang Sumut Dikky Anugerah di dalam sebuah ruangan. Bobby mengikuti rapat bareng Menko tersebut secara virtual.

Ekspresi muka Bobby terlihat kesal dalam video tersebut. Ia kemudian terlihat mengajak Dikky keluar dari lokasi rapat itu. "Menko nya aja protes, siapa yang atur ini, udahlah cabut kita yok, nggak jelas ini," ucap Bobby dalam video tersebut.

Saat ditanya soal video tersebut, Bobby mengatakan jika data penanganan pascabencana diambil dari rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Data R3P itu disebut disusun dengan kementerian/lembaga dan sudah diverifikasi.

"Iya itu kan dana penanganan pascabencana datanya diambil dari R3P masing-masing daerah, R3P itu datanya sudah dikonfirmasi, bukan hanya pemerintah daerah yang buat, tapi dengan kementerian/lembaga, dan sudah diverifikasi melaui BPS dan sudah dimasukkan ke Bappenas," kata Bobby Nasution saat meninjau pembangunan sekolah rakyat di Kota Padangsidimpuan, Senin (2/3).

Bobby kemudian menjelaskan jika pemerintah pusat mengalokasikan Rp 56 triliun untuk penanganan pascabencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Namun, Sumut mendapat paling sedikit di banding yang lain, yakni Rp 2,1 triliun.

"Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp 56 triliun lebih untuk membantu daerah terdampak bencana, Rp 56 triliun itu dibagilah ke 3 provinsi, yang kemarin kita keberatan adalah pembagian ke Provinsi Sumatera Utara hanya Rp 2,1 triliun dari Rp 56 triliun, sedangkan kebutuhan kita ada Rp 30 triliun lebih," ujarnya.

Sehingga Bobby kecewa terhadap pembagian anggaran R3P tersebut padahal Sumut merupakan daerah terparah setelah Aceh. Bobby kemudian mempertanyakan apa yang menjadi dasar pembagian anggaran tersebut.

"Ini yang kita sampaikan, kita sedikit kecewa, dan keberatan dengan angka tersebut, padahal kita korban ya namanya bencana pasti tolak ukur adalah dampaknya, korbannya setelah Aceh kita korban terbanyak, juga seperti rumah hilang juga kita salah satu terbanyak," sebutnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
5 Karateka Shindoka Sumut Dipanggil Ikuti Kejuaraan APSKF
komentar
beritaTerbaru