Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 22 April 2026

Dinkes Sumut Turunkan Satgas Terkait Dugaan Malpraktik di RSU Muhammadiyah Medan

Leo Bastari Bukit - Rabu, 22 April 2026 07:30 WIB
165 view
Dinkes Sumut Turunkan Satgas Terkait Dugaan Malpraktik di RSU Muhammadiyah Medan
harianSIB.com/Dok
Gedung RSU Muhammadiyah Medan yang menjadi lokasi dugaan malpraktik terhadap pasien.

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara merespons cepat dugaan malpraktik yang terjadi di RSU Muhammadiyah Medan terhadap seorang pasien bernama Mimi Maisyarah (48), warga Jalan Tangguk Bongkar, Medan.

Melalui Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dr Muhammad Emirsyah Harvian Harahap, Dinkes Sumut memastikan segera menurunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pemeriksaan langsung ke rumah sakit tersebut.

"Tim Satgas Dinkes Sumut segera dikirimkan ke RSU Muhammadiyah Medan untuk dilakukan monitoring dan evaluasi pelayanan di sana," ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, pihak RSU Muhammadiyah Medan melalui Humas Ibrahim Nainggolan menyatakan tengah mengumpulkan informasi guna mengetahui duduk persoalan secara proporsional.

Baca Juga:
"Kami sedang mengumpulkan informasi untuk mendapatkan duduk persoalan secara proporsional," katanya, Selasa malam.

Dugaan malpraktik mencuat setelah keluarga pasien menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan medis. Kuasa hukum keluarga Ojahan Sinurat menjelaskan, Mimi Maisyarah awalnya mendapat rujukan pada 13 Januari 2026 dan didiagnosis menderita miom.

Pasien kemudian menjalani operasi pada 24 Februari 2026 selama kurang lebih tiga jam. Namun, pihak rumah sakit disebut menyampaikan kepada keluarga bahwa tidak ada tindakan pengangkatan rahim dalam prosedur tersebut.

Dua hari setelah operasi, pasien kembali ke rumah sakit karena kondisi luka memburuk dan bernanah. Keluarga juga mengaku jahitan sempat terbuka setelah adanya tindakan pemencetan di area luka. Karena kondisi tak kunjung membaik, pasien kemudian meminta dirujuk mandiri ke RSU Haji Medan.

Di rumah sakit tersebut, dokter meminta hasil Patologi Anatomi (PA). Setelah dokumen diperoleh dari RSU Muhammadiyah Medan, disebut tidak ditemukan keterangan terkait penyakit miom. Selain itu, hasil pemeriksaan USG di RSU Haji Medan menunjukkan rahim pasien telah diangkat.

"Pengangkatan rahim itu diduga dilakukan tanpa sepengetahuan pasien maupun keluarga," kata Ojahan.

Keluarga juga mengaku menerima organ berupa uterus (rahim) dan dua ovarium (indung telur), yang menurut mereka menguatkan dugaan tindakan medis tanpa persetujuan yang jelas. Hingga kini, kasus tersebut masih menunggu hasil investigasi dari Dinkes Sumut.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
Wali Kota Medan Minta Camat dan Lurah Tingkatkan Kapasitas untuk Beri Pelayanan Publik
Anggota DPRD Medan Minta Jalan Medan Labuhan yang Rusak Segera Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru